Bawaslu merupakan lembaga independen yang bertugas memastikan pemilu berjalan dengan fair dan tidak bias. Mereka memiliki kewenangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran pemilu, mengawasi pemenuhan kode etik oleh kandidat dan partai politik, serta mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran. Dalam menjalankan tugas ini, Bawaslu harus memiliki rasa skeptisisme yang kuat terhadap semua pihak yang terlibat dalam pemilu, termasuk partai politik, kandidat, dan pemilih. Mereka harus siap untuk menguji setiap klaim atau tindakan yang dapat mengganggu integritas pemilu.
Sementara itu, ASN memiliki peran kunci dalam memastikan bahwa pemilu berjalan lancar. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan pemilu. Tugas mereka sangat sentral, karena itu ASN harus menjaga integritas dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak-pihak tertentu saat sedang bertugas. Disinilah peran utama skeptisisme dijalankan, ia menjadi kunci untuk mencegah manipulasi dan kecurangan dalam pelaksanaan pemilu.
Sedangkan idealisme akan mendorong mereka untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip demokrasi, berani mengungkapkan ketidakberesan, dan menjalankan tugas mereka tanpa diskriminasi. Itu sebabnya, penting untuk diingat bahwa skeptisisme dan idealisme yang ditunjukkan oleh Bawaslu dan ASN merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas pemilu. Skeptisisme membantu mencegah tindakan yang melanggar aturan, sementara idealisme mereka mendorong integritas dalam proses pemilu. Dengan kerja keras dan dedikasi dari kedua lembaga ini, kita dapat memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa pemilu 2024 akan berjalan dengan baik dan mewakili suara rakyat dengan benar.
Ternate, 31 Oktober 2023
