Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Pertamax di Morotai Dijual ke Pengecer Rp 15.600 - FajarMalut.com

Pertamax di Morotai Dijual ke Pengecer Rp 15.600

SPBU Daruba

DARUBA – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax yang dijual di pengecer khususnya di Kecamatan Morotai Selatan belum sepenuhnya normal. 

Sebagian pengecer masih menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai yaitu Rp 16.000 per liter. 

Ini diakui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pulau Morotai yang terus melakukan pemantauan harga HET Pertamax di pengecer. 

“Iya masih ada yang jual Rp 17.000, tapi saat ini sudah mulai stabil, adanya edaran Sekda dan himbauan yang kita bagikan dan tempel di kios-kios itu sebagian besar mereka sudah ikut harga yang kita umumkan yaitu Rp 16.000 per liter,” akui Kepala Bidang Pendapatan Disperindagkop-UKM Pulau Morotai, Syamsul Bahri Radjak, kepada Fajar Malut

Lanjut dia, HET Rp 16.000 untuk Pertamax berlaku di seluruh kecamatan di Pulau Morotai. Untuk itu, semua Camat diminta terus mengawasi penjualan Pertamax di pengecer sehingga tidak dijual diatas HET. 

“Memang ada beberapa masalah yang mereka (pengecer) pernah lapor ke kami, bahwa operasional mereka yang besar sehingga kalau dijual di Rp 16.000 ribu mereka rugi. Tapi kami tetap minta harus dijual di harga Rp 16.000. Jadi alangkah baiknya kalau memang tidak mampu, jangan lagi jual BBM,” cetusnya. 

Namun, menurut Samsul, tidak stabilnya harga Pertamax di tingkat pengecer, bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan karena penjualan BBM dari SPBU ke pengecer rata-rata dijual diatas HET Rp 14.800 yang sudah ditetapkan Pemerintah pusat. 

“Karena mereka (SPBU) jual sudah diatas HET, ada yang sampai Rp 15.600 dan Rp 15.300. Di SPBU Kilo 3 itu Rp 15.600 per liter, paling rendah Rp 15.400, jadi harganya terkadang berubah-berubah pagi lain, siang lain, sore lain. Kalau SPBU Darame harganya tidak berubah dia tetap bertahan di Rp 15.300. Tapi kalau ke kendaraan tetap dijual sesuai HET Rp 14.800,” ungkap Samsul. 

Dari Pemkab Pulau Morotai, kata dia, pernah meminta ke pihak SPBU agar penyaluran minyak ke pengecer dijual dengan harga terjangkau yaitu Rp 15.200 per liter tapi belum disepakati. 

Ditanya, apakah tidak masalah penjualan BBM dari SPBU ke pengecer diatas HET Rp 14.800 ?, menurut Samsul, sudah ada persetujuan dari pihak Pertamina. 

“Dari Pertamina bisa pahami karena alasan mereka (SPBU) penguapan, karena Pertamax dia cepat menguap. Sehingga menutupi kerugian itu, mereka jual diatas HET. Tapi pak Bupati minta harga harus terjangkau untuk pengecer,” ujar Samsul.

Samsul lantas menegaskan, berapapun harga yang dijual SPBU ke pengecer, harga HET di pengecer untuk Pertamax tetap Rp 16.000. 

“Kalau memang mereka (pengecer) sudah tidak mau jual lagi karena takut rugi, maka SPBU mau bermain harga juga tidak bisa, mau tidak mau mereka harus turunkan di harga Rp 15.000 atau harga HET. Jadi kuncinya kalau semua pengecer sudah tidak mau jual, maka SPBU pe minyak akan tatahan lama, maka mereka akan semakin rugi,” pungkas Samsul. (fay)

Berita Terkait