DARUBA – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, Perempuan dan Anak (YLBH-PA) Pulau Morotai gelar kegiatan asistensi advokasi dan kolaborasi komite pemantau Kabupaten, bertempat di ruang meeting Kantor Bupati, Senin (12/6/2023).
Kegiatan tersebut turut menghadirkan pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas PMD dan pihak Kampus.
Kegiatan dengan tema program GEDSI WACH-INKLUSI adalah agar Pemerintah Pusat dan Daerah, mengadopsi model pemberdayaan perempuan, memperbaiki kebijakan, layanan untuk meningkatkan akses perempuan, disabilitas dan kelompok marginal terhadap identitas hukum, jaminan sosial, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Pemulihan ekonomi.
Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Inklusi dan Institut KAPAL Perempuan di Jakarta. Ada 6 isu prioritas dari Program GEDSI WACH-INKLUSI untuk Pemerintah Pusat dan Daerah agar bekerja sama dengan komite pemantau dalam menggunakan data pemantau untuk menyusun rekomendasi.
Ketua YLBH-PA Pulau Morotai, Ona Djangoan, menjelaskan program kemitraan Australia dan Indonesia menuju masyarakat Inklusif (INKLUSI) ini adalah satu dari upaya penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok rentan dan minoritas demi pembangunan yang inklusif.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

