TOBELO – Bupati Frans Manery resmi menginstruksikan penutupan 17 akses masuk-keluar baik darat, laut dan udara, di wilayah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Rabu (29/4) kemarin. Hal ini dilakukan Bupati, guna memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) lebih luas, pasca dua warga asal Halut terkonfirmasi positif Covid-19, maupun terdapat 1 pasien positif Covid-19 asal Demak Jawa Timur yang sempat berkeliaran saat datang ke Halut.
Dalam Konprensi Pers, Juru Bicara Satgas Covid-19 Halut, Deky Tawaris menyebutkan, penutupan akses tersebut berdasarkan surat perintah nomor 28/Satgas Covid 19/Halut tentang penutupan jalur transportasi keluar masuk Halut yang akan dimulai terhitung 1 Mei 2020 sampai 1 Juni 2020.
Penutupan akses tersebut di antaranya jalur pelabuhan Tobelo, pelabuahan Galela, pelabuhan dama, pelabuhan Posi-Posi, pelabuhan Daru, pelabuhan NHM Tanjung Barnabas, pelabuhan Todokuiha Desa Mawea, pelabuhan Pitu, pelabuahan Spead Dufa-Dufa dan pelabuhan Kao.
Sementara akses udara yang ditutup yakni Bandara Kuabang Kao, Bandara Gamarmalamo Galela dan Bandara Kobok PT NHM. Sedangkan akses darat yang ditutup yaitu jalur Desa Tetewang, Kao Teluk, jalur Desa Tolabit Kao Barat dan jalur Desa Roko Galela Barat. Penutupan akses transportasi dibatasi untuk masyarakat yang dikecualikan pengangkutan logistik, BBM dan kepentingan kesehatan.
“Keputusan ini dikeluarkan berdasarkan dengan pertimbangan, apalagi dalam sehari saja terdapat 180 orang dari daerah zona merah Covid-19 yang masuk ke Halut, jika dilihat selama sebulan ada 20.000 lebih orang dari zona merah datang ke Halut,” tandasnya. Deky berharap masyarakat tetap tenang dan mematuhi himbauan pemerintah dengan tetap berdiam di rumah, menjaga jarak, menjauhi kerumunan orang. “Masyarakat harus selalu menggunakan APD ketika berativitas,” terangnya. (fer)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Pemda Tutup Akses Transportasi Masuk Halut"