Penerapan Physical Distancing di Pasar Tidak Maksimal

TERNATE – Meski aktivitas pedagang di pasar higienis dan percontohan di Kota Ternate diklaim telah diatur jaraknya, namun hal itu belum menunjukan physical distancing yang baik, hal ini disampaikan oleh Pj. Sekda Kota Ternate Thamrin Alwi.

Thamrin kepada Fajar Malut menyebutkan, meski pedagang ini telah diatur namun tidak maksimal sesuai dengan on the spot yang dilakukan Komisi I, II dan III DPRD Kota Ternate.

“Sehingga dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat khusus dengan tim gugus tugas dan DPRD,” katanya usai rapat TAPD dengan Banggar Rabu (6/5).

Rapat ini pihaknya nanti akan melibatkan Disperindag, Disperkim, Dishub, Satpol PP, Dinas Pariwisata serta Dinas Koperasi dan UKM untuk mengkaji, sehingga penerapan physical distancing itu bukan hanya sebatas teori. 

“Sehingga implementasi di lapangan bisa jalan maksimal, buat apa kita anggarkan anggaran yang besar tapi di satu sisi physical distancing tidak maksimal,” tegas dia.

Untuk aktivitas pedagang ini, pihaknya, belum bisa memastikan apakah akan dihentikan ataupun tidak sebab masih dikaji. 

Dia menyebutkan, kehadiran pedagang kue berpotensi terjadi kerumunan di pasar, sehingga masih dipikirkan, apakah mereka ini dikembalikan kelurahan untuk mengurai kerumunan.

“Tadi saran kalau pedagang musiman ini sangat mengganggu pedagang permanen,” jelas dia sembari mengatakan, pihaknya mengagendakan pada Kamis 7 Mei akan menggelar rapat dengan instansi teknis.”Kalau rapat besok ini kita rekomendasikan copot (bongkar) maka kita copot. Karena tidak maksimal khusus untuk pasar higienis, pasar percontohan dan Bastiong,” tutupnya. (cim)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Penerapan Physical Distancing di Pasar Tidak Maksimal"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*