SANANA – Jumlah warga Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang baru datang dari luar daerah semakin hari semakin bertambah. Hingga Kamis (7/5), sudah 4.603 orang yang telah berhasil didata oleh gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 Kepsul.
Dari jumlah itu, yang sudah selesai masa pemantauan sebanyak 3.023 orang, sementara 1.580 orang masih dalam proses pemantauan.
Namun, keinginan Bupati Kepsul, Hendrata Thes terkait dengan karantina di sekolah masing-masing desa, belum dilakukan secara keseluruhan oleh desa yang ada di Kepsul. Padahal, pada Selasa (5/5), kapal Elsudais tiba di Sanana dengan membawa 523 penumpang. Rute kapal tersebut, dari Manado-Ternate dan Sanana.
Penumpang yang turun di pelabuhan Sanana sebanyak 419 orang. Sedangkan yang 104 orang lanjut ke Kecamatan Mangoli Utara. Dari pantauan media ini, desa yang sudah menjalankan perintah Bupati Hendrata Thes, baru desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara. Sedangkan untuk orang yang baru datang luar daerah, jumlah paling banyak ada di Kecamatan Sanana, yakni pelaku perjalanan (PP) sebanyak 850 orang.
“Iya, sekarang data yang kami kantongi sudah sebanyak 4.603 orang yang baru datang dari luar daerah. Dari jumlah itu, ada yang sudah selesai masa pemantauan dan ada yang masih sementara pemantauan,” kata Ketua Pelakasana Harian Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Kepsul, Hendra Irawan Umabaihi, Kamis (7/5).
Desa–desa yang tidak menindaklanjuti perintah Bupati, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepsul, akan berurusan dengan Bupati Kepsul. Karena, beberapa waktu Bupati Hendrata Thes sudah melakukan pertemuan dengan sebagian kepala desa terkait dengan peran desa dalam melakukan karantina di sekolah yang ada di masing-masing. “Kan Bupati yang bilang langsung di hadapan kepala desa yang sempat hadir. Kalau kepala desa tidak hiraukan, maka akan berhadapan dengan Bupati,” ujarnya. (nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "4.603 Pemudik Masuk Kabupaten Kepsul"