DARUBA – Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pulau Morotai, Abjan Sofyan mengungkapkan sebagian rumah yang rusak akibat gempa 7,1 magnetudo pada 4 Juni adalah rumah bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Hanya saja, Abjan Sofyan tidak merinci berapa jumlah bangunan RTLH yang rusak. Rumah yang rusak ada sebagian dibangun oleh Dinas Perkim tahun lalu yang belum tuntas, namun adanya gempa sehingga mengakibatkan rumah roboh.
“Kebanyakan RTLH yang rusak itu karena proses pembangunannya belum selesai,” ungkap Abjan Sofyan kepada wartawan. Sejumlah RTLH yang dibangun sementara menyusun batu bata dan mungkin belum kuat, namun tiba-tiba gempa dan dinding rumah tersebut roboh. Ada juga kerusakan rumah milik pribadi tanpa bantuan, dan rata-rata di desa Lusuo, desa Pangeo, desa Bere-Bere Kecil dan desa Mira. Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Alexsander Wernasubun belum berhasil dikonfirmasi. Saat disambangi di kantor yang bersangkutan tidak berada di tempat. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

