TERNATE- DPRD Kota Ternate mengingatkan kepada 10 orang yang ikut seleksi terhadap lima jabatan eselon II di lingkup Pemkot Ternate ini, agar ketika terpilih nanti memimpin lima SKPD itu dapat fokus pada kegiatan sesuai tupoksinya, dan terhindar dari kepentingan politik.
Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailussy mengatakan, jabatan birokrasi yang diemban setiap ASN itu adalah jabatan profesional.” Jadi ketika dia jadi kepala dinas kemudian orientasi dia mengarahkan, menyampaikan, mengiyakan bahwa saya harus kerja politik. Tapi dia harus pure full birokrat untuk melayani masyarakat,” katanya, Selasa (14/7)
Dikatakannya, yang bersangkutan harus lebih fokus pada tugas kedinasannya sesuai dengan tupoksinya. “ Dia harus serius kesana sesuai dengan tupoksi pekerjaan dia, jangan terkontaminasi dengan politik. Kalau politik itu nanti siapa yang jadi walikota dia akan melihat siapa yang profesional dan kinerja bagus,” jelas dia.
Sebab kalau menduduki suatu jabatan dan punya pikiran bekerja ke siapa, nantinya secara terus menerus Kota Ternate akan tidak maju dan berkembang. “Jadi harus terlepas dari segala kepentingan, kalau kepentingan untuk membangun daerah iya, bukan kepentingan untuk membantu orang,” tandasnya.
Mesti begitu, kata dia, pihaknya melihat 10 orang yang ikut seleksi ini masih dalam kewajaran. Dan dia berharap mereka yang kemudian terpilih itu profesional dan punya nilai tinggi melalui seleksi. “Kalau punya nilai tinggi dia harus diberikan kesempatan, kalau yang bagus programnya dan dianggap bagus harus objektif menyatakan bagus dan dia diberikan kesempatan untuk menjadi kepala di instansi,” tegasnya.(cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

