LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak lagi mengirim spesimen swab test ke Ternate dan Manado serta Makasar lagi. Sebab, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha mengadakan satu unit alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bertujuan untuk mempercepat proses diagnosis dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Halsel.
“Alatnya sudah ada dan segera diuji cobakan,” kata Bupati Kabupaten Halsel Bahrain Kasuba, Selasa (21/7) kemarin
Untuk menoperasikan alat tersebut, RSUD Labuha juga sudah menyiapkan tenaga ahli yang terdiri dari 11 orang analis gabungan, baik dari rumah sakit maupun Dinas Kesehatan.
“Saat ini sudah melakukan kerjasama untuk mendatangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik dari UGM dan Insya Allah dalam waktu dekat dokternya akan bertolak ke Halsel,” kata Bupati.
Direktur RSUD Labuha Asia Hasyim mengaku kesiapan SDM atau tenaga ahli serta ruangan laboratorium secepatnya sehingga bisa digunakan. “Untuk ruangan laboratorium saat ini RSUD Labuha sudah memiliki biosafety chamber level 2 dan ruangan laboratorium lainnya, terdiri dari 3 ruangan dan sementara disiapkan,” ujar Asia.
Metode PCR yang sering disebut dengan swab test ini menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan. ”Tes ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan mengusap bagian belakang tenggorokan,” jelasnya
Pemeriksaan dengan metode PCR paling cepat membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Bahkan, metode PCR tersebut diklaim memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap virus Covid-19. (nan)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

