TERNATE – Pemkot Ternate memastikan anggaran sebesar Rp 240 miliar dipending. Namun hal itu nantinya dituangkan dalam KUA PPAS APBD-P tahun 2020 yang akan disampaikan ke DPRD Kota Ternate pada akhir bulan ini.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Said Assagaf mengatakan, rencana penyampaian KUA PPAS APBD-Perubahan dilakukan pada akhir Agustus, yang akan dilanjutkan dengan penyampaian nota keuangan APBD-P 2020 pada awal September.“ Untuk penyampaian KUA PPAS Perubahan akan disampaikan bersamaan dengan KUA PPAS APBD 2021, yang direncanakan juga bersamaan dengan pengesahan LPP APBD 2019,” katanya, Senin (17/8).
Said menyebutkan, pada APBD 2021 nanti berbeda dengan sebelumnya, karena dalam APBD tahun depan akan difokuskan pada tiga komponen utama, yakni pemulihan ekonomi dampak covid-19, penguatan akses pelayanan kesehatan dan jaring pengaman sosial sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.
“Kami juga memperoleh pedoman penyusunan APBD 2021 yang mengharuskan seluruh daerah memfokuskan prioritasnya pada tiga komponen itu, jadi SKPD serumpun siap-siap,” ungkapnya.
Dikatakannya, pada KUA PPAS APBD 2021 itu tergambar jumlah total belanja mencapai 1.050.000.000.000 sama dengan tahun 2020, namun dari jumlah itu yang riil mencapai Rp 800 miliar.
Sementara KUA PPAS APBD-P tahun 2020 yang bakal disampaikan ke DPRD itu lanjutnya, kurang lebih Rp 240 miliar yang kegiatannya dipending. “Jadi perubahan anggaran itu hanya penyesuaian pengurangan APBD-Perubahan sebesar Rp 240 miliar, itu penyesuaian pada saat refocusing anggaran dan perubahan anggaran hanya melegitimasi refocusing anggaran karena urgent,” jelasnya.
Termasuk penyesuaian besaran TPP juga ikut tergambar pada APBD-P, yang nantinya disampaikan ke DPRD Kota Ternate. “Kalau di induk itu 1 triliun lebih, namun setelah di pangkas sebesar Rp 240 miliar, maka tinggal Rp 700 sampai Rp 800 miliar di APBD-Perubahan,” tutupnya. (cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

