Kades Yodeliu Diduga Gelapkan DD dan ADD

Ilustrasi

WEDA – Forum Gerakan Bawa Tanah (Forkobat) menyampaikan mosi tak percaya terhadap Kepala Desa (Kades) Yondeliu, Kecamatan Patani. Karena  kepala desa dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tidak transparan. 

“Kades dalam pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2019 tahap 1 sampai tahap 3 tidak transparan kepada masyarakat,” ungkap Korlap Forkobat Rahmat Ancip.

Dalam pelaksanaanya, katanya terdapat banyak kejanggalan serta tidak berefek untuk masyarakat. “ Jadi selama masa 3 tahun masyarakat tidak lagi mempercayai kades,” ujarnya.

Untuk itu, mereka mendesak agar kepala desa dipecat secara tidak terhormat dan segera ditangkap dan dipidanakan.

Diketahui, anggaran pengelolaan Dana Desa yang dicurigai, diantaranya Dana Bumdes, senilai Rp 177.881.179, Dana Pembangunan Renovasi Kantor Desa Yondeliu Rp 50.350.000, Belanja Pengadaan Bibit Pala 2000 pohon senilai Rp 54.000.000, Belanja Bahan Kelompok Tani Rp 180.000.000, dan Belanja Jamban Keluarga 22 unit Rp 110.000.000.

Selain itu, Belanja Bantuan ibu hamil untuk keluarga kurang mampu 14 orang x 2.500.00 senilai Rp 35.000.000, Belanja Gedung Serbaguna Rp.275.594.040, Belanja Pengadaan Perbengkelan Rp 25.000.000, dan Belanja Pengadaan Pangkas Rambut Rp16.000.000, serta Belanja Pembangunan 1 unit pladeker / deker Rp 16.448.154. Total anggaran secara keseluruhan Rp 937.273. 373. (udy)

Berita Terkait