WEDA – Kepolisian Resor Halmahera Tengah (Halteng), menyampaikan press release terkait penyelidikan dugaan delik Pidana KDRT mengakibatkan meninggal dunia, sebagai tindak lanjut viralnya postingan status di medsos (facebook) tentang dugaan suami bakar istri yang terjadi di Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kamis (15/10/2020).
Kejadian pembakaran itu mulai terungkap, setelah Satreskrim Polres Halteng bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi.
Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Nico Setiawan dalam press releasenya mengatakan, kronologis kejadian terjadi pada Kamis 1 Oktober 2020, sekitar pukul 10.00 Wit. Terduga pelaku bernama Fanly Stinky Pondaag bersama istrinya bernama Novilia Johana cekcok (adu mulut) di dalam kamar kos-kosan.
“Pelaku diketahui sering merasa kesal dengan sikap dan tingkah laku istrinya setiap kali bertengkar, Novilia selalu membuat status pada instagramnya terkait dengan permasalahan keluarga rumah tangga mereka,” ucap Kapolres.
Usai bertengkar di hari itu, pelaku mengambil peralatan mandi dan pergi mandi. Setelah itu masuk ke kamar, namun istrinya sudah tidak ada di dalam kamar. “Pelaku lalu bertanya kepada saksi Rivo Ponomban dengan logat manado ‘tidak lihat kita pe istri kah?’ Kemudian saksi Rivo Ponomban mengatakan bahwa dia (Korban) ada keluar,” jelas AKBP Nico.
Pelaku kemudian keluar dan menemukan istrinya sedang berada di depan kos-kosan sedang main Handphone. “ Pelaku memanggilnya masuk ke kamar, namun sang istri masih bertahan di depan pintu,” lanjut Kapolres.
Fanly (pelaku) kemudian memecahkan gelas serta dispenser sehingga berserakan diatas lantai kamar. Korban pun masuk dan terjadi adu mulut, berselang 10 menit suami korban mengambil bensin yang berada di dekat pintu dan menyiramnya ke kasur tempat tidur. “Namun itu tak menyurutkan keduanya bertengkar. Pelaku lalu mengambil lagi bensin dan kembali menyiramkannya. Keduanya tak lama akhirnya berhenti adu mulut,” ujarnya.
Saat itu, lanjut Kapolres suami korban yang sedang memegang korek api gas menyalakannya, seketika menyambar uap bensin di dalam kamar. Hal itu menyebabkan munculnya percikan api. “ Kebakaran pun tak bisa dihindari, api itu langsung menyambar hingga mengenai korban yang posisinya saat itu berdiri membelakangi suaminya,” lanjut perwira polisi berpangkat dua bunga itu.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

