TERNATE – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate mengimbau pengguna jasa pelayaran maupun pemilik armada laut jangan dulu berlayar karena cuaca ekstrim terjadi belakangan ini.
Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, cuaca ekstrim di laut yang diprediksi BMKG akan berakhir Maret 2021.
Kepala KSOP Kelas II Ternate Affan Tobona mengaku, pihaknya langsung mengantisipasi jalur pelayaran jarak dekat atau len pendek seperti Ternate-Sofifi, Tidore, Jailolo serta Sidangoli.
Pertama, sebagai bentuk antisipasi bagi pengguna jasa pelayaran wajib menggunakan life jacket. Kedua, adalah jika memang cuaca buruk sehingga membuat jarak pandang tidak kelihatan, maka ditutup sementara jalur pelayaran tersebut.
“Prinsipnya jika memang cuaca sangat ekstrim jangan dulu berlayar, baik pengguna jasa pelayaran maupun pemilik armada laut. Karena itu langkah antisipasi paling penting,” imbau Affan, Selasa (01/12/2020) kemarin.
Selanjutnya langkah antisipasi berikut untuk jalur pelayaran jauh panjang atau len jauh, seperti Ternate-Bacan, Obi, Morotai, Sanana, maupun Bitung. KSOP Ternate selalu melakukan pemeriksaan kapal sebelum berangkat.
Dalam pemeriksaan itu meliputi nautis, bagian atas kapal, peta kapal, radarnya, radio controlnya, maupun pemeriksaan di bagian mesin. Affan menambahkan sejak adanya cuaca ektrim ini, pihaknya langsung memberi himbuan melalui surat edaran maklumat pelayaran, terutama kepada pemilik speedboad beberapa hari lalu.
Maklumat pelayaran itu point pentingnya adalah lebih meningkatkan kewaspadaan serta tidak memaksakan keberangkatan apabila ada cuaca buruk. “Jadi adanya kondisi cuaca ini KSOP Ternate hampir tiap hari, tiap jam terus melakukan pengawasan di lapangan serta memberi himbauan kepada setiap armada-armada pelabuhan,” tandasnya. (dex)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

