TIDORE – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan dalam mengembangkan pariwisata di Kota Tidore Kepulauan rupanya tebang pilih, dimana hutan mangrove yang berada di Kelurahan Rum Balibunga kini luput dari perhatian Pemerintah setempat.
Padahal hutan mangrove tersebut merupakan salah satu spot wisata yang awalnya ramai dikunjungi oleh pengunjung yang datang dari luar Kota Tidore maupun dari Tidore.
Hutan mangrove yang berada dibagian Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan ini memiliki luas 4 hektare dan di dalamnya terdapat 1,313 jenis pohon yang tumbuh, hal itu berdasarkan surat keputusan (SK) Walikota Tidore Nomor: 77.7 Tahun 2008.
Hanya saja, fasilitas pendukung hutan mangrove seperti jembatan masuk yang berbahan kayu kurang lebih 20 meter itu sudah lama rusak dan hingga kini belum juga diperbaiki, padahal spot hutan mangrove tersebut berada digerbang utama atau pintu masuk dari Kelurahan Rum menuju ke pusat kota.
Sahril, masyarakat Kota Tidore mengatakan hutan mangrove yang berada di Kelurahan Rum Balibunga ini dulunya sering ia kunjungi, namun kini sudah jarang dikunjungi lantaran jembatan masuk ke dalam hutan mangrove sudah rusak parah.
“Dulu itu sering dengan teman-teman datang foto – foto disini, waktu jembatan masuk masih jadi. Tapi sekarang ini cuma lihat dari jalan saja, karena masuk ke dalam jembatan sudah rusak, padahal ini tempat foto paling bagus,” ujarnya.
Lanjut dia, jika hutan mangrove ini ditata dengan baik oleh pemerintah setempat. Maka akan berdampak baik pada masyarakat, bila UMKM dihidupkan dikawasan hutan mangrove ini. “Coba kalau pemerintah tata hutan mangrove ini seperti tugulufa, pasti UMKM terutama masyarakat di Rum dan Balibunga bisa hidup, ini saran saja kalau pemerintah punya perhatian begitu,” pungkasnya.
Senada disampaikan Anto, warga kelurahan Rum, dia mengatakan di tahun 2021 ini Pemerintah akan menyelenggarakan Sail Tidore yang pastinya Kelurahan Rum dan Rum Balibunga banyak didatangi turis dari luar negeri, karena di Kelurahan Rum Balibunga memiliki sejarah terkait dengan pendaratan Juan Sebastian De Elcano.
“Saya berharap pemerintah punya perhatian terhadap hutan mangrove ini, apalagi kedapan banyak orang asing datang ke Tidore dan itu pusatnya di Kelurahan Rum berdasarkan infomasi yang saya dapat,” tutupnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

