WEDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), kembali melaksanakan rapat penyusunan data pemilih berkelanjutan. Dalam rapat tersebut, KPUD Halteng menemukan adanya pengurangan pemilih yang terjadi dalam rentang waktu sebulan.
Ketua KPU Halteng, Bahri Hasbullah menyampaikan, data pemilih dari bulan Maret hingga April terjadi pengurangan sebanyak 396 orang. “ Data pemilih bulan Maret 35.860, kemudian pada bulan April menjadi 35.464 pemilih,” katanya.
Pengurangan pemilih sebanyak 396 orang ini, karena 389 orang merupakan pemilih pindah keluar daerah, sementara 7 orang telah dinyatakan meninggal dunia.
Dia menyebutkan, potensi pemilih baru sampai hari ini, tercatat sekitar 2.168 jiwa. Data ini sudah disampaikan ke Dukcapil, untuk diverifikasi dan di lengkapi domisilinya. “ Kami berharap Dukcapil bisa memberikan atau sport terkait data yang diminta oleh KPU,” harap Bahri.
Bahri juga berharap Pemda bisa memfasilitasi KPUD dan Dukcapil, untuk membicarakan persoalan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, sebab sangat berkaitan erat dengan masyarakat wajib KTP, terutama pemilih yang dari luar Halteng yang pindah masuk.
Terkait dengan data yang tidak bisa di akses oleh SIDALIH, salah satu jalan lain yang dilakukan KPUD adalah, membuat pemandalan data, penyamaan data, dengan KPU daerah di Malut. “ Hanya saja langka ini tidak semuanya bisa teratasi, dan hanya mengatasi sebagian kecil dari persoalan data yang ada,” ucapnya.
Meski data dari luar maupun dari Dukcapil sudah sangat drastis, tetapi dari KPU belum memiliki elemen data tidak lengkap, maka KPU tidak bisa memasukkan data tersebut pada daftar pemilih. “ Jika dimasukkan pada SIDALIH, tergantung elemen data seseorang sudah lengkap. Sebab, ada sekitar 10 kategori elemen yang harus dimasukkan. Namun, hingga sekarang hanya dua elemen yang diberikan Dukcapil ke kami,” tukasnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

