Diduga Aktivitas Galian C Kali Oba Ilegal

Pengambilan Material di Kali Oba diduga Ilegal

TIDORE – Penggalian pasir dan kerikil di sungai Ake Tayawi Desa Koli Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, tepatnya di belakang Mes Hijrah, oleh oknum yang menggunakan alat berat yang diduga anak dari MDT (Salah satu kontraktor di daratan oba) dan salah satu warga Payahe berinisial SA, diduga merupakan tindakan ilegal dan sangat meresahkan.

Fridol Sorowai salah satu warga Payahe, Kota Tidore Kepulaun  yang juga pemilik kebun pada lokasi penggalian material tersebut, mengungkapkan pengambilan material yang dilakukan sudah kurang lebih satu bulan terakhir.

“Pengambilan material galian C yang saat ini dilakukan  diduga merupakan aktivitas ilegal dan merugikan kami sebagai pemilik kebun karena disaat hujan tiba, terjadilah longsor yang membuat tanaman kami hanyut terbawa oleh banjir,” ungkapnya. Menurutnya, hal itu terjadi karena lokasi galian C yang berada pada area kebun miliknya. Dengan kejadian tersebut dirinya berharap agar bisa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kota Tikep, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menanggapi masalah tersebut, Muhammad Sjarif, Kepala DLH Kota Tikep, siap menerjunkan petugasnya untuk mengecek lokasi kejadian, untuk itu terkait dengan pengaduan dari Fridol akan segera ditindaklanjuti.

“Kami akan meregistrasi masalahnya, setelah itu dalam waktu dekat ini, saya akan menurunkan petugas untuk mengecek langsung lokasi di sana, sekalian berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Setelah itu baru kami akan sampaikan hasilnya seperti apa,” tegasnya saat dihubungi melalui telephone, Kamis, (17/16/21).(ute)

Komentar

error: Content is protected !!