Warga Loloda Pertanyakan Laporan Dugaan Penyalahgunaan DD

Dugaan Korupsi (Ilustrasi)

JAILOLO – Warga Desa Tusumolo, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mempertanyakan kinerja Komisi I DPRD Halbar dan Inspektorat. Pasalnya laporan dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang telah dilaporkan, tak kunjung ada kejelasan.

Tokoh masyarakat yang juga tokoh agama desa Tusumolo, Alexander Jumat (18/06/21) menjelaskan, laporan dugaan penyalahgunaan DD, secara resmi dilaporkan oleh ketua  Badan Perwakilan Desa (BPD) Jhon Mohobu ke komisi I DPRD dan Inspektorat, hanya saja belum ada kepastian kapan bakal ditindaklanjuti.

“Untuk laporan ke Inspektorat memang pernah ada tim yang turun kelapangan beberapa waktu lalu, hanya saja sampai saat ini perkembanganya sudah tidak lagi kami ketahui, masyarakat tentunya butuh kejelasan terkait laporan ini,” terangnya.
Laporan dugaan penyalahgunaan DD tahun 2019 oleh BPD, kata dia terkait pembangunan lapangan sepakbola yang menguras DD sebesar Rp.400 juta sekian yang dikerjakan pihak ketiga, namun, fakta dilapangan pelaksanaan pekerjaan selain tidak sesuai, juga tak kunjung tuntas. Selain itu dari total anggaran tersebut yang baru terealisasi sebesar Rp.200 juta lebih, sedangkan sisanya tak kunjung dicairkan oleh Kades Agus Sinus.

“Jadi ini timbul pertanyaan juga oleh warga, sisa anggaran dikemanakan laporan pertanggung jawabannya juga tidak jelas, timbunan material tanah juga hanya setebal 8 centimeter, tentunya tidak sesuai spesifikasi,” tandasnya.

Bukan hanya itu, pemerintah desa melalui kades Agus Sinus juga menarik retribusi sebesar Rp.50 ribu per kubik dari setiap material pasir sebesar Rp.350 ribu. Dimana penarikan retribusi dengan alasan masuk kas desa oleh warga bahkan tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Untuk itu dirinya bersama warga Tusumolo dalam waktu dekat akan melakukan aksi guna mempertanyakan laporan dugaan penyalahgunaan DD tersebut. Selain itu juga bakal dilaporkan ke penegak hukum melalui Kejari Halbar guna menyelidiki dugaan penyalahgunaan.Sementara itu kades yang bersangkutan hingga kini belum bisa dikonfirmsi. (ais)

Komentar

error: Content is protected !!