TERNATE – Pemerintah melaporkan jumlah kasus aktif Covid-19 di Provinsi Maluku Utara sudah mencapai angka 2.233 kasus. Sebelumnya laporan harian Covid-19 yang dilaporkan Dinas Kesehatan Provinsi Malut, per tanggal 6 Juli pekan lalu, jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 1.300 kasus.
Sedangkan pada 13 Juli, Dinas Kesehatan Provinsi Malut melaporkan total kasus aktif sudah diangka 2.233 kasus. Jika merujuk pada catatan selama seminggu terakhir, sejak 6 Juli hingga 13 Juli, maka telah terjadi kenaikan kasus aktif sebanyak 933 kasus.
Laporan yang ditandatangani Kabid P2P Dinkes Malut, dr. Rosita Alkatiri itu juga menyebut, pada Selasa (13/07/2021) terjadi penambahan jumlah kasus konfirmasi positif sebanyak 173 di 9 Kabupaten dan Kota. Penambahan itu terjadi di Kota Ternate sebanyak 46 kasus.
Kota Tidore Kepulauan 43 kasus, Halmahera Selatan 19 kasus, Pulau Morotai 18 kasus, Halmahera Timur 16 kasus, Halmahera Utara dan Halmahera Barat 10 kasus, Halmahera Tengah 6 kasus, dan Kepulauan Sula 5 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi aktif hingga 13 Juli sudah mencapai angka 7.248 kasus.
Sementara jumlah kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 108 orang pada 13 juli 2021. Masing-masing di Kota Ternate sebanyak 51 orang, Halmahera Timur 23 orang, Pulau Taliabu 15 orang, Kepulauan Sula 8 orang, Kota Tidore Kepulauan 5 orang, Halmahera Barat dan Halmahera Tengah sebanyak 3 orang yang sembuh. Sehingga total kasus sembuh hingga 13 Juli 2021 sudah mencapai 4.855 orang.
Adapun jumlah kasus meninggal per 13 Juli 2021 sebanyak 1 orang di Kota Tidore Kepulauan, sehingga total kasus meninggal sudah mencapai 160 kasus kematian. Sementara itu, untuk Kota Ternate pada Selasa (13/07/2021) mencatat 535 orang masih terinfeksi virus corona. Pada hari yang sama, Dinas Kesehatan Provinsi Malut juga melaporkan total kasus aktif sudah diangka 2.233 kasus.
Tingginya lonjakan itu diduga karena protokol kesehatan (Prokes) yang masih longgar. Amatan koran ini, mobilitas dan ketidakdisiplinan warga di situasi darurat pandemi ini masih terjadi di banyak tempat. Di pasar yang paling banyak.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif, longgarnya penerapan prokes menjadi penyebab kasus corona terus melonjak. Apalagi Ternate merupakan daerah resiko tinggi penyebaran virus corona karena berstatus zona merah.“ Jadi terlihat sedikit longgar penerapan prokes, torang (kita) semua lemah, karena kita semua menganggap dengan memakai masker bisa cegah virus corona tanpa menjaga jarak,” kata Anggota Komisi III DPRD Nurlela Syarif.
Karena itu, Ia berharap Pemerintah bisa mengambil langkah lebih agresif seperti memberi multivitamin dan suplemen untuk menjaga imun tubuh masyarakat. “ Paling tidak, timbul pemikiran bahwa ternyata ada kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat,” kata Nurlela. (nas)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

