Riski Dipukul Karena Berbohong

Ilustrasi

WEDA – Fajar, warga yang diberitakan turut serta dalam aksi pemukulan Riski bersama oknum anggota Polres Halteng kembali mengklarifikasi kejadian sebenarnya. Menurutnya, aksi pemukulan tersebut lantaran Riski telah membohongi keluarganya. Fajar menjelaskan, sejak awal yang bersangkutan mengaku sebagai Riski yang bekerja sebagai manager HRD PT. IWIP dan mengaku sebagai orang Makassar Bone.

“Nah dia ini sudah berulang kali menipu orang dan fokus mangsanya adalah perempuan. Dari situ dia (Riski) sempat kenal sama tante saya dan tinggal dengan tante saya dan modusnya mengaku sebagai manager HRD,” ucap Fajar kepada wartawan koran ini.

Lebih lanjut Fajar menceritakan, Riski juga pernah meminjam uang dan memfitnah tantenya, terus beberapa hari kemudian ada orang datang ke rumah adiknya ada urusan mau bayar tanah adik dari bapaknya (mama ade). “ Selanjutnya, karena dia tau orang ini HRD, mama ade saya bicara dan agak bermohon.

“Pak, kalo betul bapak menejer (manager) HRD tolong ada anak kakak saya sudah beberapa bulan kasih masuk berkas tapi belum dipanggil, kalo boleh pak tolong agar bisa lolos sebagai karyawan, dan orang yang katanya manager HRD atas nama Riski ini mengiyakan,” tandasnya.

Oknum Polisi Diduga Aniaya Karyawan PT IWIP

“Nah besoknya dia (Riski) pergi ke PT IWIP, masukan berkas terus balik katanya dia bicara ke adik saya kamu SKD nya ada masalah jadi harus diperbaiki,” ujarnya lagi.

Pada malamnya Riski melakukan chatting via WhatsApp menanyakan perihal perbaikan SKD tersebut  Dan saat itu adiknya menjawab sudah selesai diperbaiki dan disuruh antar ke rumah, sementara sudah jam 23.00 Wit (jam 11 malam). “Makanya adik saya tidak mau, adik saya bilang ya,.. pak, ibu saya tidak mengijinkan keluar jam segini (larut malam),” paparnya.

Dalam komunikasi WA itu, dia (Riski) mengancam dengan bahasa, heh kamu pikir saya ini bodoh, saya ini sarjana S2 pertambangan, otak kamu sama otak saya beda ya, jadi jangan macam-macam sama saya. Adik saya bicara ya sudah pak kalau begitu gak usah aja, tidak apa-apa kalo pak tidak mau tangani berkas saya lagi tidak apa-apa. “ Riski pun balik mengancam. Heh kamu nanti saya jamin kalo kamu masih kayak gini berkas kamu tidak akan pernah dipanggil dan dilihat oleh orang perusahan, karena semua itu saya yang handle,” ancam Riski sebagaimana diceritakan Fajar.

“Adik saya kembali membalas WA, iya pak gak apa-apa pak. tiba-tiba dia balik lagi, kamu ya saya tidak akan lagi urus kamu lihat saja nanti,” tambahnya.

Fajar juga mengatakan, makin ke sini sikap Riski semakin jadi. Makanya, malam itu dia bersama Omnya ke tempat tinggal Riski, yang pemilik rumahnya itu neneknya Fajar . “Malam itu bukannya tanpa bicara banyak langsung di pukul, tapi saya sempat cerita baik-baik bahkan bertanya apakah benar dia HRD PT IWIP, dia menipu saya lagi katanya, iya tapi saya ini di IWIP, kantor itu bersebelahan dengan kantor HRD itu, saya curiga dia berbohong. Ternyata memang benar, dia memfitnah nenek saya lagi katanya yang suruh menelpon adik saya malam itu nenek saya, makanya saya emosi dan ketika saya marah dia malah membantah, makanya saya emosi dan memukul dia,” lanjut Fajar.

Selepas itu, kami ke Polres masukan laporan, ternyata dia ini makelar besar penipu dari Malifut sampai Ternate, Tobelo sudah lama dicari, tapi baru malam itu kena, sampai di introgasi pun dia masih membohongi semua orang, namun saat semua saksi dan korban datang barulah dia mengaku semuanya. (udy)

Komentar

error: Content is protected !!