WEDA – Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, Pemda Halmahera Tengah menggelar shalawat bersama dan tausiyah, dengan menghadirkan Dr. Kasman Hi Ahmad sebagai penceramah.
Kegiatan yang berlangsung di pendopo kediaman Bupati dihadiri Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Abd. Rahim Odeyani, dan para pejabat Pemkab Halteng. Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-quran yang dibacakan oleh Firmansyah Abu Yusuf, merupakan Qori Halmahera Tengah yang mewakili Maluku Utara di ajang STQ tingkat Nasional.
Dalam tausiyahnya, Kasman Hi. Ahmad menyampaikan sejarah keutamaan dan makna dari 1 Muharram yang mengingatkan kita pada hijrahnya Baginda Nabi SAW. Dengan berbagai pengorbanan yang luar biasa serta semangat perubahan tatanan nilai dan moral yang dicetus oleh baginda Rasul Muhammad SAW dalam syiar Islam-nya.
“Makna dari peringatan 1 Muharram ini adalah sebuah proses perubahan sikap, karakter dan perilaku melalui transformasi nilai. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat akan tetapi lebih dari pada itu merupakan sebuah transformasi nilai,” tutur Kasman.
Kasman melanjutkan, hijrah mengingatkan kita pada dua hal yakni transformasi nilai pada diri secara pribadi maupun sosial, dan yang kedua adalah transformasi nilai pada jiwa atas kecintaan kita sebagai umat baginda Rasulullah Muhammad SAW.
“Untuk itu harus ada komitmen diri, dengan bertawakal kepada Allah SWT. Agar senantiasa diberikan hidayah sehingga memperkokoh keyakinan kita sebagai pengikut baginda Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi bekal atas pengabdian tertinggi kepada Allah SWT,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Halteng Edi Langkara menyampaikan, Peringatan 1 Muharram 1443 Hijriah adalah bentuk semangat keislaman demi memperbaiki kualitas hidup dan diri. Selain itu, untuk memetik hikmah atas hubungan antara pemimpin dan staf. Sebagai contoh antara Nabi Muhammad SAW dan keempat sahabatnya.
“Seorang pemimpin selalu berupaya memperbaiki kualitas kepemimpinannya, begitupun sebaliknya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memahami stafnya. Dan staf yang baik adalah yang mampu memahami selera dan cara pandang pemimpinnya,” tutup Edi.
Wabup Abd. Rahim Odeyani juga menyampaikan, makna transformasi nilai pada momentum 1 Muharram harus menjadi semangat dalam menyongsong HUT Kemerdekaan RI yang ke 76. Untuk itu, gebrakan tatanan nilai dalam perubahan sikap, karakter, dan perilaku perlu diaplikasikan menuju masa depan kehidupan yang lebih baik.
Acara yang berlangsung khidmat ini berlanjut dengan sesi dialog keislaman dalam majelis ilmu yang kemudian diakhiri dengan Shalawat Bersama yang dipimpin oleh Kabag Kesra Yusuf Hasan. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

