WEDA – Warga Kecamatan Weda Tengah, khususnya di Desa Lelilef Sawai dan Desa Woebulan merasa terganggu dengan lingkungan yang penuh dengan sampah dan debu.
Kondisi tumpukan sampah yang menyengat dan debu akibat lalu-lalang kendaraan di sekitar perusahan pertambangan, membuat tingkat polusi udara sangat memprihatinkan. Sudah sekitar 2 tahun sampah yang ada di salah satu desa lingkar tambang ini menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap dan menyengat.
Menurut Warga Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Ali Malik kondisi sampah yang tak terurus tersebut sangat mengganggu kenyamanan masyarakat dan mengancam kesehatan. Ali berharap Pemkab Halteng bisa melakukan penanganan segera sehingga tidak menyebabkan penyakit. “Sampah rumah tangga ini meningkat drastis seiring meningkatnya penduduk di dua desa ini,” ucapnya.
Selain persoalan sampah yang baunya menyengat, polusi udara yang kini dialami masyarakat akibat lumpur di jalan raya yang dihasilkan aktivitas kendaraan yang lalu lalang di perusahan pertambangan. “Yang paling parah saat hujan tiba sangat mengganggu warga menuju masjid akibat lumpur di jalan raya terlalu tebal,” akunya.
Sebaliknya, lanjut Ali saat musim panas debu di jalan raya berterbangan hingga masuk ke rumah warga. “Kami berharap pemerintah dalam hal ini Dinas terkait agar dapat mengambil langkah tegas untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan sampah dan polusi udara yang terjadi di desa lingkar tambang ini,” harapnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

