Dispar Halut “Cuek” Objek Wisata Terbengkalai

Pemandian air panas Mamuya

TOBELO – Tempat Pemandian air panas di desa Mamuya kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terkesan diabaikan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Pariwisata. Padahal, pihak pengelola selalu memberikan kontribusinya ke daerah namun sejumlah fasilitas tak kunjung diperhatikan.  

Salah satu pengelola wisata pemandian air panas Husni menyebutkan, banyak hal yang telah disampaikan ke Dispar seperti penyediaan alat penghisap air (Alkon), namun permintaan tersebut tak kunjung direalisasi. 

Dijelaskannya, hingga saat ini meski Dispar belum mengizinkan membuka objek wisata tersebut, namun pihak pengelola tetap membuka dalam mencari tambahan uang untuk membeli cat. “Kami buka ini hanya mencari harga cat saja. Pasalnya, Dispar tidak pernah memberikan padahal warna cat yang ada di air panas sudah memudar,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (12/09/2021).

Dijelaskannya, masalah lain yang selalu dihadapi pihak pengelola juga bermacam-macam, dimana masyarakat yang masuk selalu mencemooh petugas penagih karcis, pasalnya selain fasilitas lain, jalan masuk ke objek wisata pun sudah rusak. “Kadang torang selalu dapa cemooh dengan kata-kata yang dikeluarkan masyarakat yakni perhatikan fasilitas jalan dahulu karena sudah rusak,” ucapnya.

Ditambahkannya, karcis yang ditagih menuju ke tempat pemandian untuk setiap motor sebesar Rp 3000, mobil Rp 20.000, truck Rp 30.000, bentor sebesar Rp 5.000, dan perorangan Rp 2000. “Tagihan karcis ini selalu kami lakukan, dan hasilnya pun rutin setiap bulannya kami menyetor ke Dispar namun untuk perbaikan fasilitas, fee untuk petugas, pakaian seragam untuk petugas pun tak kunjung terealisasi,” sesalnya. Hingga berita ini dikirim ke redaksi pihak Dispar Halut belum bisa dikonfirmasi.(fer)

Berita Terkait