Proyek Rumah Dinas Pimpinan DPRD Ambruk

Proses pekerjaan rumah dinas pimpinan DPRD ambruk

BOBONG – Proyek pembangunan Rumah Dinas Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu tiba-tiba ambruk di siang bolong, Senin (04/10/2021) kemarin.Proyek yang dikerjakan dengan menggunakan APBD Taliabu tahun 2020 ini ambruk saat para pekerja proyek membuka mal rem balok dan tiang penyangga bangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayidno menduga mal pengecoran rem balok yang dilakukan pekerja belum kering secara baik.

Proyek yang baru dicairkan hanya 30 persen itu mulai dikerjakan sejak tahun 2020 lalu oleh CV Pratita Utama dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1,9 Miliar. Proyek tersebut belum langsung dikerjakan lantaran masih ada rumah warga yang ada di lokasi tersebut dibongkar sehingga pihak kontraktor menunggu hingga rumah tersebut dibongkar barulah mulai dikerjakan.

Jika tidak dikerjakan maka anggaran 30 persen yang yang sudah dicairkan itu harus dikembalikan. “Jadi karena uang mukanya sudah cair sehingga pihak kontraktor berinisiatif untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” katanya saat dihubungi, Senin (4/10/2021) Dia menambahkan, ini adalah kelalaian pihak pekerja. Semestinya, rem balok dicor secara keseluruhan barulah dibuka agar ada penyatuan. Sambung dia, kalau rem balok pada umumnya tidak bisa tunggal, sehingga penahannya tidak kuat.

“Namun, karena pimpinan proyek perintahkan untuk untuk segera memasukan timbunan ternyata  cornya belum menyatu semua sehingga jadi ambruk seperti ini. Suprayidno juga menyatakan, perusahaan tersebut saat ini tidak lagi mengikuti tender di Kabupaten  Pulau Taliabu lantaran telah masuk dalam daftar hitam dinas PUPR.  “Jadi perusahan CV Pratita Utama saat ini sudah tidak bisa lagi ikut tender proyek di Taliabu,” terang menantu Wabup Ramli itu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Pulau Taliabu, M. Taufiq Toyib Koten saat ditemui wartawan di ruang kerjanya berjanji akan segera memanggil Dinas terkait, pihak kontraktor dan konsultan perencanaan dan pengawas untuk dimintai klarifikasi terkait ambruknya bangunan tersebut.

Politisi Partai Demokrat itu mempertanyakan material yang digunakan. Ia mencurigai adanya ketidak beresan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek. “Jika campurannya sudah baik, tapi materialnya tidak memenuhi standar tentu mempengaruhi hasilnya. Besok atau lusa kita akan panggil mereka, baik itu dinas terkait untuk dimintai pertanggungjawaban soal pekerjaan tersebut,” tukasnya.

Rumah dinas pimpinan DPRD lainnya di lokasi tersebut telah selesai dikerjakan, namun belum digunakan. Saat ini terpantau lokasi bagian belakang halaman perumahan tersebut sementara dilakukan penimbunan karena rawa. (bro)

Berita Terkait