46 Rumah Warga Sangaji Kota Ternate Rusak

Rumah warga yang rusak

TERNATE – Gelombang pasang yang terjadi pada Senin malam, menyebabkan terjadinya sejumlah kerusakan, bahkan beberapa rumah warga rusak parah. Hingga Selasa (07/12/2021) tercatat 46 rumah di Kelurahan Sangaji yang rusak, akibat dihantam gelombang pasang dan banjir rob.

Sesuai data dari pihak kelurahan rumah yang rusak itu terdiri dari 16 unit berat,  9 unit mengalami rusak sedang dan  21 unit mengalami rusak ringan. Kondisi ini membuat penghuni rumah dan sebagian warga terdampak sampai kini masih menempati lokasi pengungsian, baik di tempat pengungsian yang disiapkan Pemkot Ternate maupun di rumah kerabat terdekat.

Warga di Sangaji dari amatan Selasa (07/12/2021) masih dihantui trauma, karena yang ada di lokasi ditemukan dinding rumah yang berada tepat di pesisir pantai itu roboh dihantam gelombang pasang. Sebagai penahan ombak, maka  dari BWS membuat talud penahan ombak darurat dengan menggunakan pasir yang diisi dalam karung.

Irahani warga yang rumahnya rusak berat di RT 10/ RW 04 Kelurahan Sangaji mengatakan, gelombang pasang ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIT sampai tadi malam pukul 10.00 WIT, disaat gelombang terjadi keluarganya saat itu berada dalam rumah.

Beruntung, kata dia, sebagian barangnya sudah dimasukan ke ruang tamu. Karena takut dengan kondisi itu, sebagian keluarganya memilih mengungsi. “Saat air pasang, adik saya lari mengungsi, jadi disini sisa Kakak saja. Kami di dalam rumah ini sekitar 8 orang,” katanya.

Dia mengisahkan, gelombang pasang pada Senin malam itu jauh lebih ekstrim dibanding pada Sabtu kemarin, hal ini yang mengakibatkan dinding rumah roboh. “Kemarin (senin) baru dinding roboh satu kali. Alat dapur dan perabot sebagian sudah diamankan,” ungkapnya. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, memang ada gelombang namun tidak seperti dalam beberapa hari ini, karena gelombang pasang masuk sampai ke rumah warga.

Hal senada disampaikan Iradat Mustafa warga RT 10 yang lain. Menurutnya, gelombang pasang menghantam rumah milik Samsul Hi Hasan dan Rusmini Manaf, lantai di bagian dapur dan kamar ambruk. Dia mengisahkan, saat gelombang pasang itu terjadi, pihaknya panik sebab tinggi gelombang tidak seperti biasanya dan itu berlangsung cukup lama. “Karena tiba-tiba, baru sudah malam, makanya kemarin malam itu kami sangat panik,” ungkapnya.

Pemilik rumah, kata dia, memilih mengungsi ke rumah kerabat di Facei, sebagian barang dalam rumah juga sudah diamankan namun untuk alat dapur dan kas yang ada di dalam kamar terbawa gelombang. Dan tidak bisa diselamatkan. Dia bahkan menyalahkan sebagian warga yang menolak reklamasi beberapa waktu lalu. 

“Padahal kalau sudah di reklamasi kan begini aman, buktinya sebagian yang sudah direklamasi itu mereka aman. Kami minta ke depan harus dibuat minimal talud penahan ombak,” tandasnya.

Komentar

error: Content is protected !!