DPRD Minta Penghentian Sambungan PDAM Tidak Merugikan Warga

Sudarno Hi. Taher

TERNATE Penghentian sementara penyambungan jaringan baru oleh perumda ake gaale, didukung DPRD. Namun dengan catatan penghentian penyambungan jaringan baru ini tidak mengganggu pelayanan air bersih ke warga.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate Sudarno Hi. Taher mengatakan, pipa jaringan milik perumda pada beberapa lokasi sudah cukup lama yang mengakibatkan kebocoran (rusak) sering terjadi, bahkan Komisi II pada tahun 2021 lalu telah merekomendasikan ke PDAM yang kini berubah nama ke perumda itu untuk melakukan peremajaan pipa yang sudah lama.“ Dari mereka menyampaikan kalau pipa itu biasanya ada program dari PUPR maupun balai, namun koordinasi yang kurang sehingga belum ada data terintegrasi, sehingga belum mampu mendeteksi mana pipa baru dan lama,” katanya, Selasa (15/02/2022).

Namun langkah yang diambil oleh direksi perumda ake gaale saat ini didukung oleh DPRD. Sebab kata dia, peremajaan terhadap pipa itu dianggap sangat penting saat ini, karena kerusakan yang terjadi juga disebabkan karena pipa yang sudah lama. “ Tentunya langkah ini harus dilakukan secara bertahap, sehingga tidak mengganggu suplai air ke masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga menyarankan, perumda harus melakukan penambahan sumber mata air baru, karena yang dimiliki saat ini sebanyak 51 sumber mata air dari jumlah itu satu nya tercatat sebagai sumber di permukaan dan 50 sebagai sumber air bawah tanah. Meskipun jumlah yang ada saat ini terus aktif, namun itu juga tidak mampu melayani kurang lebih sebanyak 2.000 lebih pelanggang ini. “ Makanya harus penambahan, dengan melakukan survey lokasi untuk dilakukan penambahan sumber mata air baru, kemudian dewan direksi dan pengawas yang baru ini harus peka terhadap keluhan masyarakat, jangan sampai membiarkan begitu saja tanpa ada langkah cepat, manajemen internal harus diperbaharui, karena komisi II nanti akan memanggil mereka setelah 100 hari kerja,” pintanya.

Dikatakannya, dengan bertambahnya pemukiman penduduk dan pemukiman warga maka berakibat pada kebutuhan air nya bertambah, sehingga harus dilakukan penambahan sumber air yang baru. Karena jumlah sumber air sebanyak 51 titik itu tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini meski difungsikan 1×24 jam.

Menurutnya, penghentian penyambungan jaringan baru ini juga berakibat pada warga yang dikorbankan tanpa solusi bagi dia itu hal yang fatal. Asalkan, ketika ada kebijakan pemberhentian penyambungan pipa baru harus ada solusi. “ Perumda harus menyuplai air bersih dalam bentuk pelayanan lain seperti tangki air harus aktif, kalau itu tidak maksimal maka pemberhentian sementara ini berakibat masyarakat yang dikorbankan, jadi sah-sah saja kebijakan itu yang penting masyarakat tidak korban,” tandasnya.(cim)

Berita Terkait