TERNATE – Warga yang berdomisili pada sejumlah wilayah di Provinsi Maluku Utara dihimbau oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate untuk terus waspada, dengan perubahan kondisi cuaca.
Terutama yang berdomisili di wilayah pesisir Halhamera Barat (Halbar) mulai dari jailolo hingga ke loloda serta wilayah Kota Ternate terutama di Ternate Barat dan Pulau Hiri akan perubahan kondisi cuaca angin kencang mencapai 50 km/jam dan hujan lebat yang mempengaruhi visibility (jarak pandang) mencapai 500 meter di perairan.
Sesuai rilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate pada Jumat (15/7/2022) pukul 12.30 WIT menyebutkan, masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang pada pukul 13:30 WIT di
Kabupaten Halmahera Barat yaitu Jailolo, Loloda, Jailolo Selatan, Ibu Selatan.
Kemudian Kabupaten Halmahera Utara di Kao, Kao Barat, Kabupaten Halmahera Selatan terjadi di Gane Timur, Gane Barat, Obi Selatan, Obi, Bacan Timur, Bacan, Bacan Barat, Kayoa Barat, Bacan Barat Utara, Kasiruta Barat, Kasiruta Timur, Bacan Selatan, Kepulauan Joronga, Gane Timur Tengah, Obi Barat, Obi Timur, Obi Utara, Kabupaten Kepulauan Sula terjadi Mangoli Barat, Mangoli Utara Timur, Mangoli Selatan, Mangoli Utara, Kabupaten Halmahera Timur di Wasile Selatan, selain itu Kabupaten Pulau Taliabu terjadi di Taliabu Utara, Taliabu Timur, Taliabu Timur Selatan, sedangkan Kota Ternate di Pulau Ternate, Pulau Hiri, sementara Kota Tidore Kepulauan berpotensi terjadi di Oba Utara, Tidore Selatan, Tidore Utara, dan sekitarnya.
Kondisi ini diperkirakan meluas ke wilayah Kabupaten Halmahera Barat yaitu Ibu, Sahu, Tabaru, Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Tengah di Patani, Weda Selatan, Patani Barat, Weda Timur, Kabupaten Halmahera Utara di Tobelo, Tobelo Selatan, Malifut, Tobelo Utara, Tobelo Tengah, Tobelo Timur, Tobelo Barat, Galela Barat, Galela Selatan, Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Selatan di Pulau Makian, Makian Barat, Kayoa Selatan, Kayoa Utara, Mandioli Selatan, Bacan Timur Selatan, Bacan Timur Tengah, Gane Barat Selatan, Gane Barat Utara, Gane Timur Selatan.
Kabupaten Kepulauan Sula meliputi Mangoli Timur, Sanana, Sulabesi Barat, Sulabesi Tengah, Sulabesi Timur, Sulabesi Selatan, Mangoli Tengah, Sanana Utara, Kabupaten Halmahera Timur di Wasile Utara, Maba Utara, Kabupaten Pulau Morotai di Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Taliabu di Taliabu Barat, Taliabu Barat Laut, Lede, Taliabu Selatan, Tabona, di Kota Ternate yaitu Kota Ternate Selatan, Kota Ternate Utara, Moti, Pulau Batang Dua, Kota Ternate Tengah, kemudian Kota Tidore Kepulauan yaitu Tidore, Oba, Oba Tengah, Oba Selatan, Tidore Timur, dan sekitarnya, dan jondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15:30 WIT
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Setiawan, mengatakan terjadinya perubahan angin kencang dikarenakan adanya awan konvektif atau awan yang dihasilkan oleh proses konveksi akibat pemanasan radiasi surya.
“Awan yang kita pantau sekarang (hari ini) memiliki luasan yang ada di pesisir Halbar hingga ke daratan wilayah Kota Ternate,” ungkapnya.
Awan ini kata dia, memiliki karakteristik pergerakan angin yang cukup kuat, terutama di wilayah lautan, dimana akan mempengaruhi jarak pandang yang pendek. Dan sangat berbahaya bagi para nelayan karena hempasan angin ketika menerjang badan kapal atau perahu.
Untuk itu di mengimbau kepada para nelayan atau pelaku usaha pelayaran agar menghentikan sementara aktivitas operasinya selama beberapa jam hingga cuaca membaik.(red)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

