Dispar Morotai Mulai Dorong Wisata Budaya, 15 Desa Disiapkan Jadi Pemandu

Pelatihan pemandu wisata yang dilakukan Dispar di gedung Islamic Center, Kota Daruba

DARUBA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pulau Morotai menggelar pelatihan kepada para pemandu wisata budaya di Kecamatan Morotai Selatan, Senin (26/9/2022). 

Kegiatan tersebut digelar di gedung Islamic Center, Kota Daruba, dengan diikuti sebanyak 40 peserta.  Pelatihan pemandu wisata budaya ini meliputi cagar budaya, Museum, Keraton dan Candi.

Kadispar Pulau Morotai, Kalbi Rasyid, mengatakan pelatihan ini bertujuan  meningkatkan pengetahuan, motivasi dan potensi pemandu wisata budaya di Pulau Morotai. 

“Itu inti dari kegiatan pelatihan pemandu wisata ini yaitu untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola objek-objek destinasi wisata yang ada di Pulau Morotai,” ujar Kalbi.

Kalbi juga berharap agar para pemandu wisata dapat mengetahui perencanaan dan melakukan pengembangan dan interpretasi pemandu wisata budaya dan cagar budaya.

“Ini juga bagian dari pengelolaan wisata di Pulau Morotai, dan saat ini memang kita harus sadari betul bahwa aspek SDM itu, yang punya kapasitas, kompetensi itu merupakan hak yang paling penting yang harus kita siapkan,” katanya. 

Karena bagi Kalbi, selain destinasi, SDM ini yang paling penting. Sehingga para pelaku yang nantinya akan menjadi pemandu wisata perlu dididik hingga nanti pada saat ada kunjungan wisatawan mereka mampu memberikan informasi yang baik dan benar. 

Setidaknya, lanjut dia, informasi-informasi yang diberikan bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. 

“Maka dengan kegiatan ini, target kami adalah SDM yang menjadi pemandu ini bisa meningkat, baik kompetensinya, kapasitasnya sehingga kedepan dia sudah secara profesional bisa melayani wisatawan yang berkunjung di Pulau Morotai,” tandas Kalbi.

Terpisah, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dispar Pulau Morotai, Faisal Kudo, juga berharap kegiatan pelatihan ini bisa melahirkan pemandu-pemandu wisata handal dan profesional.  “Tujuannya adalah menciptakan SDM di bidang Pariwisata Pulau Morotai yang lebih baik,” ucapnya.

Untuk peserta, kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari 15 desa wisata di wilayah Kecamatan Morotai Selatan.  Pesertanya terdiri dari tokoh adat, pengelola Museum Trikora dan Museum Swadaya, ditambah dengan Komunitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). 

“Tahun ini memang hanya 15 desa yang kita fokus, tapi tahun 2023 dan 2024, targetnya sudah harus di 88 desa,” timpal Faisal.  Kegiatan ini, tambah Faisal, akan dilaksanakan selama 3 hari, dengan diisi oleh beberapa pemateri. 

“Yang menjadi harapan saya adalah para tokoh-tokoh adat khusus yang masuk dalam aparatur pemerintah desa, setelah kegiatan ini bisa mengaplikasikan disaat kembali ke desa dan bisa menjelaskan ke masyarakat bahwa inilah kekayaan budaya di Morotai yang harus dikembangkan melalui desa,” harapnya. 

“Jadi dari tema kegiatan itu yang kami lebih fokuskan itu antara budaya dan Museum. Sebab kenapa, karena di Morotai sini hanya dua tempat yaitu budaya dan Museum yang ada,” tuntas Faisal. (fay)

Berita Terkait