Polres Tidore Diminta Tangkap Syamsul Rizal

“Saya berharap kepada seluruh elemen di Oba tidak terpancing dan terprovokasi, sehingga membuat masalah ini semakin melebar, karena yang menyampaikan pernyataan demikian itu adalah oknum,” pintanya.

Sekedar diketahui, pernyataan Syamsul Rizal yang menyinggung warga Oba dan suku sanger ini, juga mendapat penolakan dari warga Tidore, bahkan dari aksi tersebut, puluhan masyarakat Tidore yang berasal dari beberapa kelurahan yang ada di pulau Tidore juga ikut mendukung masyarakat Oba, untuk melakukan proses hukum terhadap Syamsul Rizal. 

Sebelumnya pada Fajar Malut Edisi 26 September 2022 Syamsul Rizal meminta maaf dan mengakui menggunakan istilah “keto” (mabuk) dan Sanger, itu adalah istilah guyonan atau candaan terbatas dari anak-anak tongkrongan. 

Artian bahwa hal hal seperti ini ke depan harus diminimalisir walaupun pengembangan sebuah wilayah yang modern meniscayakan adanya pengembangan infrastruktur ekonomi di dunia hiburan.

“Jadi saya minta maaf kepada keluarga besar Oba, jika statement pidato saya dianggap rasis dan mendiskreditkan kelompok tertentu yang sejatinya tidak seperti yang dinarasikan oleh orang yang memprovokasi melalui media dengan mengunggah video saya yang sudah dipotong-potong lalu di posting dengan narasi provokatif,” jelasnya kepada fajarmalut.com. (ute) 

Berita Terkait