Tangani Sampah, Pemkot Ternate Serap Aspirasi Warga

Suasana Diskusi Penanganan Sampah
Suasana Diskusi Penanganan Sampah

TERNATE Penanganan sampah di Kota Ternate, sejauh ini diakui belum berjalan maksimal, untuk itu dalam penanganan sampah ini Pemkot Ternate sangat membutuhkan peran dan partisipasi masyarakat, hal ini disampaikan Wali Kota Ternate saat berdiskusi dengan masyarakat yang dipusatkan di transdepo kelurahan Bastiong Karance, Kecamatan Ternate Selatan pada pekan kemarin, yang dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate Tony S. Pontoh, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Rusan M. Nur Taib dan Ketua TP-PKK Kota Ternate Marliza M. Tauhid Soleman.

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, pihaknya mengakui sampai saat ini penanganan sampah belum maksimal dilakukan, sehingga pihaknya sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Partisipasi ini kata dia sangat penting sebab kebersihan  menjadi salah satu faktor utama.

“Kebersihan itu harus diawali dari diri sendiri dan paling utama, karena hal itu menjadi kebiasaan yang harus diawali dari diri sendiri,” katanya.

Meski begitu kata Wali Kota, sampai saat ini permasalahan sampah ini sudah mulai berkurang, dimana kawasan yang selama ini menjadi tumpukan sampah sudah berkurang, dan setiap waktu keluhan warga berkaitan dengan sampah itu juga terus tertangani meski belum seluruhnya. Dan setiap waktu pihaknya selalu mendapat aduan warga berkaitan dengan sampah dan itu langsung direspon oleh DLH.

“Kami menyadari bahwa untuk menjadi kepala daerah itu punya banyak tantangan yang harus dilakukan, dan kita terus berusaha untuk mendorong agar faktor kebiasaan jadi pola yang dibiasakan,” ungkapnya.

Dia sendiri saat berdikusi dengan warga itu sempat menyinggung prestasi Pemkot Ternate ketika pertama kali meraih adipura, dimana kata Wali Kota, dan itu dimulai dari Bastiong. Meski dalam penanganan sampah ini pihaknya mendapat kritikan warga, namun bagi dia hal itu dijadikan motivasi.

“Dan pada tahun ini kita sudah mengadakan 50 kendaraan roda tiga nanti dibagikan semua kelurahan, yang dialiri langsung barangka karena setiap hujan, agar bisa mengatasi kebiasaan warga membuang sampah ke barangka,” tegasnya.

Fokus distribusi kendaraan roda tiga ke kelurahan yang dialiri barangka ini dengan maksud, penangan sampah ini bisa berjalan secara terpadu, mulai dari hulu sampai ke hilir.

“Karena Kota Ternate ini kita kekurangan armada, sehingga dengan kendaraan roda tiga ini bisa sedikit teratasi. Nantinya petugas yang mengoperasikan kendaraan roda tiga ini juga dibiayai Pemerintah Kota Ternate,” terangnya.

Menurut Tauhid, penanganan sampah ini bisa dikatakan berhasil jika sudah tidak lagi ditemukan sampah namun sepanjang sampah masih menumpuk maka itu membuktikan Kota Ternate belum bersih.

“Jadi kita akan terus mendorong agar penanganan sampah partisipatif ini menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di Kota Ternate, dan itu semua bisa berhasil jika peran masyarakat ini sudah maksimal,” tegasnya.

Dalam diskusi itu sejumlah warga mempermasalahan transdepo yang dibangun Pemkot Ternate tepat di kelurahan Bastiong Karance, sebab tansdepo itu berada tepat dipemukiman warga yang mengakibatkan bau tidak sedap, apalagi ketika sampah yang menumpuk belum sempat diangkut ke TPA.(cim)

Berita Terkait