Jawab Kebutuhan Pembangunan, Pemkab Taliabu Ngutang Ratusan Miliar

Ketua Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, sekaligus Wakil ketua I DPRD kabupaten pulau Taliabu, Muhammad Taufik Toyib Kotten

BOBONG – Pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu hingga saat ini masih terbilang berusia belia tidak selaras dengan ketersediaan alokasi anggaran yang tersedia.

Hal ini menyebabkan laju pembangunan dari tahun ke tahun tidak dapat berjalan sesuai dengan program yang dicanangkan kepala daerah maupun keinginan masyarakat di negeri Hemungsia Sia dufu.

Kendati demikian, Bupati dan Wakil Bupati Aliong Mus-Ramli bersama DPRD setempat tak mudah menyerah dari kondisi yang ada, meskipun untuk dapat mengubah kondisi tersebut memiliki resiko yang banyak daerah berani melakukan.

Terbukti, sejak tahun 2022 lalu, kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Pulau Taliabu bersama DPRD setempat berani melakukan pinjaman di bank berkisar Rp 115 Miliar untuk menjawab tantangan pembangunan yang dicanangkan sebagai upaya percepatan pembangunan di daerah tahun 2023. Rencana tersebut pun telah dibahas dan disetujui melalui rapat bersama DPRD Taliabu tahun 2022 lalu. 

Pemerintah daerah menargetkan proyeksi infrastruktur di Taliabu mencapai 85 persen dari jumlah uang pinjaman tersebut.

Hal tersebut dibeberkan Wakil ketua I DPRD Taliabu, Muh Taufik Toib Koten, yang turut membenarkan informasi pinjaman tersebut. Kata dia, anggaran pinjaman difokuskan pada pekerjaan jalan, pelabuhan dan pasar.  “Itu telah kita komunikasikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” kata Taufik baru baru ini.

Politisi sekaligus Ketua partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu itu juga mengaku telah memantau peruntukkan anggaran pinjaman di lapangan, seperti penimbunan jalan di desa Beringin Jaya, Salati, Nggele dan pekerjaan jalan rabat beton Nggele – Lede.

“Pekerjaan yang dianggarkan melalui dana pinjaman itu sudah kita pantau, pekerjaannya dibayar sesuai progres,” ucapnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayidno baru baru ini menjelaskan, fokus pemerintah kabupaten pulau Taliabu tahun ini adalah mengubah wajah kota kabupaten dengan penataan yang baik.

Alokasi anggaran yang disediakan mencakup puluhan miliar, sementara untuk kebutuhan pembangunan di luar kota Bobong di taktisi melalui dana pinjaman.“Alokasi anggaran kita di PUPR sekitar 80 Miliar tahun ini kita arahkan 80 persen untuk pembangunan kota Bobong, kalau untuk pembangunan di luar kota itu pa Bupati cari akal, entah uang pinjaman atau lobi dengan cara apa torang so tara tau, intinya pembangunan terus kita gencarkan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan arahan atau program,” tegasnya.(bro)

Berita Terkait