JAILOLO – Selain melengkapi dokumen, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sudah menyiapkan lahan seluas 3 hektar untuk pembangunan Pelabuhan Feri rute Jailolo-Bitung.
Awal pekan kemarin, pihak Dishub dan Bagian Pemerintahan Halbar melakukan pengukuran lahan di Desa Galala, Kecamatan Jailolo. Bahkan pemilik lahan sudah menyerahkan sertifikatnya.
“Untuk pembebasan lahan tidak terjadi masalah. Dalam perencanaan, kami meminta ke Bagian Pemerintahan agar membebaskan lahan seluas 3 hektar,” kata Kepala Dishub Halbar, Marten Baura, ketika dikonfirmasi Fajar Malut di ruang kerjanya pekan kemarin.
Lahan tersebut kata dia, dua hektar itu milik pemda dan satu hektar lagi nanti dihibahkan ke Kementerian Perhubungan untuk dibangun fasilitas dermaga. Selain itu, untuk lahan parkir dan penitipan barang maupun rest area juga disiapkan dua hektar. “Dua hektar itu yang menjadi potensi PAD Pemkab Halbar,” ujarnya
Sejauh ini, usulan pembangunan Pelabuhan Feri sudah dua kali pembahasan di Kementerian Perhubungan pada awal Januari 2023 bersama Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad, dan Kepala BP3D.
Penyampaian usulan pembahasan lanjutan pada 15 Januari pembahasan usulan feasibility study (FS) dan detail engineering desain (DED) dengan Direktur Perhubungan Darat.
“Untuk studi awal penyiapan dokumen FS dan DED itu pagu anggarannya Rp 600 juta dari pemerintah daerah dan sudah terealisasi, tinggal bulan depan nanti pembahasan lagi untuk koreksi dokumen feasibility study,” jelasnya.
Terkait dokumen pendukung lain seperti Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dan DLKR sudah diusulkan untuk studinya. Tahun ini juga dokumen permohonannya sudah sampai ke keuangan dan nanti dilakukan studinya dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) serta pihak ketiga.
Sementara terkait dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) juga sudah diajukan permohonannya untuk pembuatan dokumennya. “Jadi saya usahakan tahun ini dokumennya harus selesai supaya masuk di 2024 bisa terlaksana,” tuturnya.
Menurut dia, untuk pemerintah daerah itu bagian penyiapan dokumen dan lahan, sedangkan penganggaran untuk pembangunan itu dari kementerian. Lahan Pelabuhan Feri juga jauh dari pemukiman warga, sehingga tidak mengganggu. “Kalau kami tidak persiapkan lahan dari sekarang, otomatis warga akan berebut untuk membangun pemukiman,” ucapnya.
Untuk usulan kapal rute awal Jailolo-Bitung dengan kapasitas 500 GT, tetapi kemudian dikoreksi oleh Kemenhub bahwa harus dengan 2000 GT. “Jadi rutenya ke Bitung, karena sementara ini yang rute Tobelo-Bitung rutenya jauh dan juga risiko gelombang pasifik.
Jika Pelabuhan Feri Jailolo dibangun, maka rutenya bukan lagi dari Tobelo, tetapi Jailolo. “Kalau sejalan dengan jalan di Ibu-Gusuri tahun ini selesai, maka pengangkutan orang dan barang dari Halut semakin gampang,” tambahnya. (ais)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

