Hanya saja, Djainal tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh Faisal, sehingga terjadilah cekcok antara Djainal dan Faisal.
Mendengar Djainal dan Faisal yang sudah bersitegang, Ayah Faisal, Dahlan Arahman kemudian mendatangi keduanya dengan tujuan untuk melerai.
“Pas ayah saya datang, itu si pelaku kemudian ambil linggis dan mau pukul saya, cuma ditahan oleh ayah saya, dan ayah saya yang kena pukulan dengan linggis di pelipis mata,” jelasnya.
Faisal melanjutkan, karena suasana sudah semakin panas, datanglah warga untuk melerai, disitu terdengar suara Djainal bahwa dia akan membunuh Ayah Faisal.
“Ada saksi yang dengar Djainal bilang mau bunuh ayah saya, cuma saksi itu ketika dibawa ke Polres, mereka (Polisi) bilang tidak perlu, karena kejadian ini tidak sampai pada pembunuhan,” ujarnya.
Untuk insiden pembacokan sendiri, kata Faisal, itu terjadi tepat di samping rumahnya, saat itu, ayahnya sedang duduk di tangga, dan Djainal kemudian mendatangi ayahnya lalu membacok dari atas.
Melihat ayahnya dibacok, warga kemudian datang dan mengamankan Dahlan ke dalam rumah. Meskipun telah diamankan, namun Djainal terus berulah dengan menendang pintu dan merusak jendela rumah milik Dahlan Arahman, sampai tibalah polisi dari Polsek Tidore Selatan untuk mengamankan pelaku. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
