Seruan Bela Palestina dari Ternate Berhasil Kumpulkan Donasi 1 Miliar

Aksi Kemanusiaan Bela Palestina
Aksi Kemanusiaan Bela Palestina

TERNATE – Aksi kemanusiaan dan penggalangan donasi untuk Palestina yang dipusatkan landmark Kota Ternate, didihadiri ribuan warga Maluku Utara sebagai bentuk protes kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.

Masa aksi yang datang dari berbagai kalangan yang tergabung dalam 312 Aliansi Rakyat Maluku Utara yang datang dengan pakaian putih ini mendukung pembebasan Palestina. Dalam aksi ini juga berhasil terkumpul donasi sebesar 1 miliar lebih yang disumbangkan ke Palestina.

Pada aksi kemanusiaan yang dilakukan Minggu (3/12/2023) ini juga dihadiri Abdullah Onim, aktivis kemanusiaan asal Galela, Halmahera Utara yang berdomisili di Palestina.

Koordinator Aksi Hasby Yusuf mengatakan, sejarah baru Kota Ternate dan Maluku Utara kembali tercipta. Dan aksi ini baru pertama kali rakyat dan umat menyambut agenda-agenda kemanusiaan sebesar ini.

“Kami menyampaikan terima kasih karena target Rp 1 miliar telah tercapai. Kami percaya bahwa selama ini kegiatan berlandaskan oleh semangat kemanusian, kami tidak meminta bantuan siapapun, ini adalah donasi, sedekah, dari semua kelompok, sukses acara hari ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, kehadiran Abdullah Onim di sini bukan dihadirkan pemerintah, tapi dihadirkan rakyat Maluku Utara. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jurnalis atas pemberitaannya.

“Mari kita bersatu, untuk kepentingan bersama,” pintanya.

Selain itu ada sejumlah orator lain yang sempat menyampaikan orasi mereka diantaranya Ishak Naser, Ketua ICMI Malut Kasman Ahmad, Sultan Tidore Husain Sjah, Gubernur Malut KH. Abdul Gabi Kasuba dan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman.

Abdullah Onim dalam orasinya mengisahkan, dia dan keluarganya bisa dievakuasi keluar Gaza.

“Kami yakin kematian bukan ditentukan oleh manusia tetapi kematian ditentukan oleh Allah SWT. Pada saat evakuasi dan melalui jalur Gaza, kami melihat jasad saudara-saudara, anak-anak Gaza terlentang di aspal,” tuturnya.

Menurutnya, yang diutamakan adalah meminta doa kepada Allah SWT semoga peperangan itu bisa dihentikan, semoga Palestina meraih kemerdekaan.

“Semoga saudara-saudara kita mendapatkan bantuan. Dalam gencatan senjata beberapa hari sampai saat ini, mohon maaf situasinya semakin parah. Di mata penjajah, nyawa tidak ada harganya. Dengan demikian, agama apapun di dunia, terutama Indonesia, muslim maupun non muslim saya yakin sepakat untuk menolak dan mengutuk penjajahan, semoga kondisi di jalur Gaza kondusif sehingga Bang Onim bisa kembali ke Gaza untuk melanjutkan perjuangan,”  ujar pria yang akrab disapa Bang Onim ini. *

Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait