Dalam rangka percepatan target swasembada pangan untuk menjadikan Halmahera Tengah sebagai penghasil pangan bagi Halteng dan daerah sekitarnya.
“Pemda Halteng telah menggenjot 100 ha lahan sawah yang saat ini telah ditanami padi varietas Inpari 32. Pada Periode September hingga Oktober 2023 produksi padi mencapai 176 ton, di tahun 2024 ini periode yang sama akan kita hasilkan 350 ton,” pungkasnya.
Lahan kebun dan lahan pekarangan desa saat ini sudah mencapai 112 hektar dari tahun sebelumnya, yang hanya 83 Hektar. Lahan ini untuk varietas pangan cabai, singkong, ubi jalar, kacang tanah dan sayuran. “Karena itulah, saat harga cabai mencapai 200 ribu per kilogram pada bulan desember hingga awal Januari 2024, IPH Halteng berada pada -0,2 persen,” katanya.
Halteng memiliki lahan tidur seluas 350 hektar bekas lahan PTPN, saat ini telah dimanfaatkan 45 hektar dari target 100 hektar untuk jagung hybrida. Lahan terus dibuka dan ditanam hingga mencapai target 100 hektar.
Jagung hybrida merupakan jagung yang produktif, dapat menghasilkan 8-9 ton/hektar, sehingga sesuai jadwal panen pada bulan Maret 2024 akan menghasilkan 382 ton dengan harga Rp. 8.000/kg dan akan dipasarkan ke Jawa atau bisa diekspor.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
