Inspektorat Ternate Selesai Verifikasi Ratusan Penerima Bantuan Air Minum dan Septic Tank

Muhammad Ali Gani Arief
Muhammad Ali Gani Arief
  • Tahun Ini Ratusan Warga Ternate Dapat Bantuan Sambungan Air Gratis

TERNATE– Tahun ini ratusan warga di Kota Ternate akan mendapat bantuan pemasangan sambungan air minum melalui program percepatan penyediaan air minum dan layanan pengolahan air limbah domestik, bahkan saat ini data warga penerima manfaat juga sudah selesai di verifikasi oleh Inspektorat Kota Ternate.

Program penyambungan air minum ini setelah Kota Ternate menjadi salah satu daerah di Indonesia yang diberikan jatah oleh Kementrian PUPR, setelah ada usulan dari Pemkot Ternate melalui Dinas PUPR Kota Ternate yang didukung oleh PAM Ake Gaale, Inspektorat Kota Ternate, Camat dan Lurah.

Plt. Kepala Inspektorat Kota Ternate Muhammad Ali Gani Arief mengatakan, beberapa waktu terakhir ini Inspektorat Kota Ternate terhadap daftar calon penerima manfaat, untuk kegiatan percepatan penyediaan air minum dan layanan pengelolaan air limbah domestik sesuai dengan Intruksi Presiden nomor 1 tahun 2024.

“Kami melakukan review tersebut untuk memastikan bahwa calon penerima yang masuk dalam daftar tunggu tersebut mereka memenuhi kriteria yang sudah ditentukan, kemudian warga calon penerima ini tercatat sebagai penduduk setempat. Sehingga kami juga melakukan verifikasi nama dan NIK mereka,” katanya, pada Selasa (2/4/2024).

Bagi calon penerima bantuan pemasangan sambungan rumah air minum kata dia, yang bersangkutan sudah memiliki bangun rumah sendiri. Karena jika pemasangan sambungan jaringan yang biasanya dikenakan biaya mencapai 2,5 juta namun dengan program ini warga tidak dipungut biaya atau gratis dan warga nanti membayar langganan bulanan.

“Kalau air minum itu di lima kelurahan yang kemarin dilakukan verifikasi yaitu Kayumerah, Kalumata, Gambesi, Sasa dan Jambula. Dan Alhamdulillah verifikasi itu sudah selesai kami lakukan dan semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.

Dikatakannya, kondisi ini berbeda dengan proyek sanitasi berupa pembuatan septic tank yang ditargetkan sebanyak 100 penerima manfaat pada empat kelurahan dan sudah dilakukan verifikasi yakni Kelurahan Sangaji Ternate Utara, Makasar Timur dan Gamalama Ternate Tengah dan Kalumata Ternate Selatan. “Kriterianya itu mereka tidak pernah menerima proyek serupa ditahun sebelumnya,” sebutnya.

Terpisah, Plt. Dirut PAM Ake Gaale M. Syafei mengatakan, program tersebut merupakan bantuan yang diberikan pemerintah pusat kepada semua daerah di Indonesia, dan Kota Ternate salah satunya setelah diusulkan oleh Dinas PUPR yang berkolaborasi dengan PAM Ake Gaale, Inspektorat, Camat dan Lurah. Namun bantuan yang diberikan nanti semua tergantung dengan kelengkapan data yang dibutuhkan yakni by name by addres, karena berkaitan dengan sambungan rumah (SR).

“Karena penerima bantuan identitasnya harus jelas baik nama dan alamat dengan syarat harus memiliki rumah dengan identitasnya serta belum ada sambungan air, kemudian harus ada kelebihan air dikawasan tersebut untuk mensuplai sambungan rumah tersebut atau idle capacity serta data by name by addres itu harus di verifikasi oleh APIP dalam hal ini Inspektorat,” katanya.

Dan hal ini sudah dilakukan pada beberapa waktu lalu, dan untuk air minum kata dia, pihaknya dari PAM Ake Gaale mendampingi tim APIP untuk melakukan verifikasi dilapangan yakni di Fitu, Gambesi, Jambula, Kayumerah dan Kalumata, kemudian persyaratan berikutnya hasil verifikasi tersebut dibuatkan dalam bentuk laporan yang dibut justifikasi teknis.

“Dan Alhamdulillah semua persyaratan yang diminta itu sudah masuk, tinggal disetujui atau tidak data itu oleh Kementrian PUPera Cq. Direktorat Jendral Cipta Karya, Cq. Direktorat Air Minum,” jelasnya.

Dia menyebut, jumlah warga penerima awalnya sebanyak 159 sambungan rumah, namun ada desakan dari sejumlah kelurahan yang dianggap memenuhi syarat sehingga pihaknya mengusulkan kembali dan mendapat jatah kurang lebih sebanyak 265 sambung rumah dari Balai BPPW. “Namun jumlah itu juga belum tentu disetujui semua, tapi kita berharap semuanya bisa disetujui kelengkapan yang diverifikasi tersebut,” terangnya.

Lanjut dia, pihaknya berkeinginan agar sejumlah kelurahan lain yang masih banyak warga belum ada sambungan rumah itu masuk seperti di Maliaro kemudian sejumlah kelurahan di Tengah dan Utara, tapi pada wilayah Tengah dan Utara itu pihaknya belum ada kelebihan air, sebab jika dipaksakan untuk lakukan pemasangan namun air tidak mengalir nantinya akan bermasalah dikemudian hari.

“Jadi kelengkapan yang diminta untuk saat ini sudah lengkap, tinggal kita menunggu kabar dari Kementrian PUPR,” tutupnya.(*)

Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait