“Oleh sebab itu, dalam menghadapi tantangan ini sangat dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi yang erat antar pemerintah daerah, Bank Indonesia dan instansi vertikal lainnya serta seluruh pemangku kepentingan, untuk itu, saya mengajak kita semua untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi permasalahan yang dapat memicu inflasi, serta mencari solusi-solusi terbaik, yang tepat dan cepat dalam mengatasinya,” kata Samsudin.
Diakhir diskusi, Pj Gubernur Maluku Utara menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Kota Tidore Kepulauan yang menjadi salah satu kota di Maluku Utara yang berhasil mengendalikan inflasi Daerah sehingga mendapatkan penghargaan Top 3 Nominasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota berprestasi untuk kawasan Nusa Tenggara-Maluku-Papua (Nusamapua) Tahun 2024, ini artinya di kawasan Timur Kota Tidore sangat berhasil dalam mengendalikan inflasi daerah.
“Mudah-mudahan Kabupaten/Kota lainnya dapat berpacu untuk bisa mendorong upaya-upaya antisipasi dalam masalah inflasi ini dengan lebih giat lagi dengan tetap bersinergi dan berkomunikasi untuk mengarah pada inflasi malut agar bisa terkendali dan Kota Tidore menjadi contoh bagi kabupaten/Kota lainya yang ada di Maluku Utara.” tutup Samsuddin.
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Utara kali ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara Tunas Agung Jiwa Brata dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Dwi Putra Indrawan sebagai Narasumber.
Pewarta : Humas Pemkot Tidore
Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
