“Mulanya permintaan ini hanya disampaikan oleh pedagang yang datang dari Jailolo, dan itu hanya berlaku bagi pedagang Jailolo yang berjualan di depan Pasar Tugulufa. namun karena sebagian pedagang di depan Pasar Gosalaha melihat hal itu lebih praktis, sehingga mereka sendiri yang meminta tempat mereka dibersihkan nanti baru dibayar 2 Ribu,” jelasnya.
Andi juga menepis tudingan miring dari SAM ADA, soal pemadaman listrik yang terjadi di pasar Gosalaha sudah selama 5 Tahun namun tak diperhatikan oleh UPTD Pasar.
“Itu tidak benar, lampu yang mati itu, bukan lima tahun melainkan baru di awal tahun 2024 kemarin, lampu mati itu karena adanya korsleting listrik, dan hal ini sudah kami koordinasikan dengan PLN namun belum ada perbaikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi meminta kepada pasangan SAM ADA agar tidak lagi menebar fitnah jika tidak mengetahui substansi masalah yang terjadi di Pasar.
“Saya minta kalau mau sampaikan sesuatu di saat kampanye itu sampaikan yang benar, jangan buat opini ke masyarakat seolah-olah kami buat program mafia di pasar,” pungkasnya.
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
