“Pilkada serentak 2024 merupakan agenda politik nasional sebagai perwujudan dari demokrasi di indonesia, pilkada serentak harus berjalan dengan aman damai dan berkualitas sehingga menjamin stabilitas politik dan keamanan nasional tetap terjaga. maka dari itu penyelenggara pilkada bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara saja, tetapi membutuhkan koordinasi antara kementerian dan lembaga baik tingkat pusat maupun daerah guna mensukseskan penyelenggara pilkada serentak tahun 2024,” jelas Agus.
Lanjut Agus, ada empat hal yang akan menjadi prioritas perhatian dari Tim Desk Pilkada Kemenko Polkam yaitu, terkait dengan kesiapan Pengamanan dari TNI/Polri, pelanggaran, media dan informasi serta ruang siber. Agus mengaku timnya akan terus melakukan pemantauan pilkada serentak ini guna memastikan terlaksananya tahapan-tahapan pilkada hingga akhir tanpa ada hambatan dan halangan, sehingga terlaksananya pemungutan surat suara dengan aman dan lancar pada situasi dan kondisi wilayah serta stabilitas politik.
“Saya berharap dan meminta kepada seluruh komponen bangsa dan negara agar bersama-sama berkoordinasi, bersinergi dan berkolaborasi agar penyelenggara pilkada serentak tahun 2024 ini dapat berlangsung dengan suasana pilkada yang kondusif, aman dan damai,” tutupnya.
Semantara itu Penjabat Gubernur Provinsi Maluku Utara dalam laporan mengatakan, keamanan menjadi point penting untuk keberlangsungan hajat ini dari potensi kerawanan. Maka dari itu sebanyak 10.916 orang personil pengamanan telah siap untuk keberlangsungan pilkada serentak tahun 2024 yang terdiri dari gabungan Tni/Polri, Tim Desk Pilkada dan Satlinmas. Ia mengaku terus meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama pada seluruh pemangku kepentingan yang ada.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
