“Pandangan masyarakat yang menempatkan pemerintah sebagai aktor utama atau satu-satunya yang menggaransi keberhasilan TPB- SDGs adalah pandangan yang patut kita luruskan. Kita wajib meluruskan kekeliruan itu. Semua harus peduli, semua harus turun tangan ambil bagian untuk menjawab secara bersama- sama semua kompleksitas permasalahan yang dihadapi Malut saat ini,” pinta pria jebolan STPDN.
Dikatakan, agenda penyusunan laporan, monitoring dan evaluasi RAD TPB/SDGS Provinsi Malut merupakan kesempatan untuk melakukan otokritik, memberi catatan terhadap apa yang telah dilakukan, sudah sejauh mana perkembangannya dan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Selain itu, Sarmin juga mengingatkan bahwa TPB-SDGs adalah komitmen bersama untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan berperan aktif dalam upaya pencapaian target-target indikator SDGs, dengan kerja cerdas, kreatif dalam semangat kebersamaan dan kolaboratif.
“Dengan komitmen yang kuat, strategi yang tepat dan kolaborasi multipihak, diharapkan Malut dapat mencapai target SDGs yang signifikan hingga tahun 2030 dalam rangka mendukung pencapaian nasional dan komitmen global,” lugasnya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
