Wawali Prioritaskan Normalisasi Sungai Dekat Pelabuhan Speed Boat Sofifi 

Untuk itu, lanjut Wawali, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan mencari solusi dari permasalahan ini. Solusinya adalah, muara sungai atau mulut sungai yang sekarang harus dipindahkan sekitar 20 meter ke sisi kanan dermaga agar tidak lagi mengganggu dermaga.

“Nanti jalur aliran air sungai akan digali untuk dibuat jalur baru supaya tidak lagi keluar langsung ke dermaga. Pekerjaan ini akan dianggarkan di 2026,” tuturnya.

Wakil Wali Kota mengaku, dirinya akan memanggil dinas PUPR, dinas Perhubungan, BPBD serta dinas Perkimtan Kota Tidore Kepulauan untuk menindaklanjuti hal ini. Tak hanya itu, untuk mengatasi sampah yang sering berserakan di dermaga akibat terbawa banjir sungai, maka, Pemkot Tidore akan membuat jaring sampah di muara sungai. ini dimaksudkan agar sampah yang dibawa oleh banjir itu tertampung di jaring yang dipasang di mulut sungai.

“Dengan begitu, sampah tidak bisa keluar lagi ke dermaga. Jadi, PUPR juga harus dianggarkan setiap tahun harus ada pengerukan di muara sungai agar dermaga tidak tertimbun,” ujarnya.

Dengan pengalihan muara sungai ini juga akan membawa dampak positif bagi perluasan terminal Sofifi. 

“Pengalihan jalur aliran air sungai ini akan melewati lahan warga. Jadi, dinas Perkimtan akan saya perintahkan untuk turun mengukur lokasi lahan warga. Supaya ada pembebasan lahan,” pungkasnya.

Pewarta    : Humas Pemkot Tidore   Editor    : Erwin Egga 

Berita Terkait