Endang juga menambahkan, Sementara untuk tahun 2045 pemerintah menargetkan agar angka prevalensi stunting di Indonesia bisa mencapai 5 persen.
Target ini diharapkan dapat dicapai melalui berbagai upaya, seperti inovasi layanan kesehatan, pencegahan, dan promosi.
“Sesuai target dan tujuan RPJMN, kita mau mendorong agar stunting ini dapat serendah mungkin. Kalau ada (Daerah) yang sudah bisa lewat dari 14 persen atau mendekati 5 persen kami ucapkan terima kasih,” Kata Endang.
Endang juga mengatakan namun masih banyak Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang masih belum mencapai target 14 persen tersebut, sehingga ini perlu ditekankan agar Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih mengoptimalkan intervensi gizi spesifik percepatan penurunan stunting, karena intervensi gizi spesifik sendiri merupakan kegiatan atau program yang bertujuan untuk menanggulangi penyebab langsung masalah stunting, seperti asupan makanan, infeksi, dan kesehatan lingkungan.
“Intervensi spesifik ini langsung menyasar kepada orangnya seperti ibu hamil, bayi, dan balita. Jadi kita ingin mereka semua mendapatkan layanan kesehatan sebaik mungkin,” ujarnya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
