Labfor Belum Rilis Hasil Bukti Video Pengeroyokan di Halbar

Kasat Reskrim Polres Halbar

JAILOLO – Kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang melibatkan mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kadis Perindagkop) Halmahera Barat, Demisius Boky, bersama seorang stafnya, terus menjadi perhatian publik.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dengan menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) atas video rekaman insiden tersebut.

Kasat Reskrim Polres Halmahera Barat, AKP Bakry Syahruddin, mengatakan, pihaknya telah mengajukan bukti video untuk diuji guna memperjelas peristiwa yang terjadi. “Kami masih menunggu hasil dari Labfor. Ini penting untuk membuktikan adanya tindakan pidana dalam kasus ini,”kata Bakry saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2025).

Namun, lambatnya hasil uji Labfor membuat publik bertanya-tanya. Apakah ada upaya untuk memperlambat proses hukum? Kasus ini bermula ketika seorang warga bernama Hardi mendatangi kantor Dinas Perindagkop Halbar dengan maksud mempertanyakan transparansi distribusi kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya minyak tanah.

Ia menduga ada ketidaksesuaian dalam pendistribusian, yang berpotensi merugikan masyarakat. Sebagai bentuk protes, Hardi menempelkan sejumlah pamflet di depan kantor dinas, menuntut kejelasan atas kebijakan yang dijalankan. Tindakan tersebut diduga memicu kemarahan Demisius Boky, yang kemudian melakukan kekerasan terhadap Hardi.

Berita Terkait