TERNATE – Nasib Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena setelah dipecat dari Malut United bukan akhir dari semua masalah, karena keduanya secara resmi juga dinonaktifkan dari kepengurusan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).
Dimana keduanya dinonaktifkan, setelah terseret dalam kasus mafia di Malut United, penonaktifan Yeyen Tumena dari Ketua APSSI serta Imran Nahumarury dari pengurus APSSI berdasarkan hasil pertemuan yang dituangkan dalam keputusan yang diteken enam orang anggota Komite Eksekutif APSSI diantaranya Emral Abus, Rahmad Darmawan, Bambang Nurdiansyah, Indra Sjafri, Mundari Karya dan Fakhri Husain.
Dalam keputusan tersebut, mereka yang tergabung dalam Komite Eksekutif Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) telah mengadakan pertemuan secara virtual pada Selasa, 25 Juni 20205.
Anggota Komite Eksekutif yang hadir berjumlah enam (6) orang, yakni Emral Abus, Rahmad Darmawan, Bambang Nurdiansyah, Indra Sjafri, Mundari Karya, dan Fakhri Husaini. Pertemuan juga dihadiri Zuchli Imran Putra, SH. MH (Divisi Legal) dan Weshley Hutagalung (Sekretaris) sebagai pengurus APSSI Pusat.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas terkait kasus yang menimpa Ketua APSSI, Yeyen Tumena, bersama klub Malut United, di mana yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Teknik.
“Dalam pertemuan ini, Komite Eksekutif APSSI sepakat untuk menonaktifkan sementara Yeyen Tumena sebagai Ketua APSSI agar yang bersangkutan dapat fokus menyelesaikan persoalan, serta demi menjaga organisasi agar dapat berjalan sebagaimana harusnya,” bunyi surat tersebut.
Penonaktifan juga diputuskan terhadap Imran Nahumarury sebagai pengurus di Departeman Sepak Bola (Badan Teknik) APSSI.
Dalam pertemuan itu Komite Eksekutif APSSI juga menunjuk Zuchli Imran Putra, sebagai pelaksana tugas Ketua APSSI hingga diadakan Kongres APSSI dalam waktu dekat.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

