Alhasil, dalam 3 tahun terakhir, sebagian besar ASN tersebut Rapelnya telah dibayar lunas, hanya menyisahkan kurang lebih seratus orang yang belum terbayar. Ke seratus orang itu sebagian besar adalah Guru dan Tenaga Kesehatan.
Para ASN yang belum menerima pembayaran, kembali mempertanyakan hal itu. Pasalnya, menurut mereka, tahun ini tidak ada lagi informasi dari Pemkab Pulau Morotai untuk pembayaran kepada mereka yang tersisah kurang lebih seratus orang itu.
“Kami hanya minta kepastian pembayarannya kapan. Memang deadline waktu pembayaran tidak dikasih tau kapan, mereka (Pemkab) hanya bilang tetap dibayar, tapi kalau untuk saat ini memang belum,” ungkap salah satu ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan saat menghubungi media ini, Senin (21/7/2025).
Ia juga menekankan, agar dalam pembayaran Rapelan tidak ada unsur pilih kasih. Karena dalam pembayaran sebelumnya, terkesan ada ASN yang sengaja diutamakan pembayarannya karena memiliki orang dalam.
“Waktu itu yang diutamakan dibayar duluan yaitu Struktural. Jadi tersisah seratus orang lebih itu Guru dan Kesehatan, itu pembayarannya dari belakang. Tapi kenyataannya ada Guru yang sudah terima, hanya karena ada kenalannya yang bantu urus makanya dia bisa terima. Selanjutnya kami tidak mau lagi seperti itu,” katanya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
