“Yang kami cek aliran air itu berasal dari gunung karena hujan deras, mungkin karena ada perluasan lahan pertanian sehingga terjadi penebangan pohon,” katanya.
Ia menjelaskan, banjir di lokasi tersebut sudah terjadi 7 kali. Namun kata dia, banjir yang terjadi sebelumnya tidak separah yang terjadi 2 kali dalam sepekan terakhir ini.
“Yang parah pertama itu yang Jumat kemarin itu, dan hari ini juga banjir yang sama membawa material,” katanya.
Menurutnya, banjir yang terjadi sebelumnya berdampak pada 26 rumah warga kelurahan Bobo yang posisinya berada di bawah badan jalan. “26 rumah warga kena dampak banjir sebelumnya. Hanya 2 yang paling parah karena material yang dibawah banjir masuk hingga ke dalam rumah. Alhamdulillah banjir tadi tidak berdampak ke rumah warga,” ungkapnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
