Bupati Ikram juga mengingatkan pimpinan OPD untuk tidak mengabaikan arahan pimpinan daerah. Ia menekankan bahwa manajemen talenta kini sudah mulai diterapkan.
“Sebagian pimpinan OPD tidak mengindahkan perintah atasan. Jangan asik sendiri. Insentif, termasuk beasiswa pendidikan, adalah cara untuk merubah sikap. Kalau di atas sudah bicara, di bawah jangan menambah-nambah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan meski ada pemotongan belanja, hak pegawai tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau belanja modal kurang, tidak perlu kita belanjakan. Yang terpenting hak dan kesejahteraan pegawai tetap jalan. Di daerah lain banyak pemotongan, tetapi di Halmahera Tengah, meski ada penyesuaian, hak ASN tetap terjamin,” jelasnya.
Bupati juga menantang setiap OPD untuk lebih inovatif dengan melibatkan staf dalam penyusunan dan presentasi anggaran APBD 2026.
“Pimpinan OPD ajak stafnya untuk mempresentasikan anggaran. Kalau presentasinya bagus, tidak menutup kemungkinan anggaran saya tambah. Mari kita saling mengingatkan dan berbuat sesuatu yang lebih baik untuk daerah ini,” pungkasnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
