TIDORE – Menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat yang memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD). Praktisi Keuangan Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ramli Saraha mendorong Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan untuk melakukan revolusi total dilingkup birokrasi.
Terutama berkaitan dengan penempatan pimpinan OPD yang berbasis target kinerja, pimpinan OPD harus lebih kreatif untuk menghidupkan sektor-sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana yang ditargetkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
“Dalam asesmen nanti, pimpinan OPD harus diberikan target berbasis kinerja, misalnya kepala Bapenda, siapa berani meningkatkan PAD 150 Miliar maka itulah yang dipakai,” ungkapnya dalam acara dialog Kwatak Bacarita bertema “Pengurangan Dana TKD, Pemkot Tidore Bisa apa.?” yang berpusat di Aula Nuku Kantor Wali Kota.
Begitupun dengan pimpinan-pimpinan OPD lainnya, Ramli menegaskan bahwa harus ditempatkan berdasarkan target kinerja. Jika para pimpinan OPD tidak mampu mendatangkan uang dari Pemerintah pusat untuk membangun Kota Tidore, maka wajib bagi kepala daerah untuk melakukan evaluasi.
“Untuk pimpinan OPD harus dipastikan mereka mampu mendatangkan uang dari jakarta berapa banyak, karena itu bagian dari target-target kinerja yang berbasis uang,” pungkasnya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

