Sekda Ternate Ingatkan Pengendalian Fungsi Ruang Butuh Peran Warga

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly Saat Membuka Sosialisasi di Jati Hotel
Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly Saat Membuka Sosialisasi di Jati Hotel

TERNATE – Pengendalian dan penataan ruang butuh peran dan kolaborasi semua pihak termasuk warga, hal ni agar terhindar dari penyalahgunaan fungsi ruang di Kota Ternate.

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan dari PUPR, karena selama ini kesannya bahwa Pemkot Ternate hanya sendiri, padahal fungsi kontrol ruang yang paling ideal adalah masyarakat.

“Jadi kalau masyarakat tidak dilibatkan dalam pengendalian ruang, maka nanti PUPR akan kesulitan,” katanya, usai membuka sosialisasi kebijakan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang oleh Dinas PUPR Kota Ternate, dan rangkaian FGD yang digagas peserta Diklat PIM II Rusan M. Thaib, pada Kamis (16/10/2025), di Jati Hotel.

Rizal menyebut, dalam sosialisasi yang diikuti sejumlah perusahan yang bakal jadi pilot project, diharapkan kedepan bisa jadi kerangka dasar bari Dinas PUPR Kota Ternate untuk diterapkan pada seluruh kelurahan, sehingga dapat memaksimalkan fungsi kontrol.

“Karena pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dilapangan ini lantaran fungsi kontrol yang lemah, padahal kekuatan itu ada di masyarakat baik itu LPM, tokoh masyarakat. Jika mereka ini dilibatkan maka kerja-kerja pemerintah itu ringan skali,” ungkapnya.

Menurutnya, jika ini dilakukan maka permasalahan berkaitan dengan pemanfaatan ruang kota, dapat diminimalisir dan tidak lagi terjadi, ini dapat terwujud dengan maksimal apabila masyarakat dilibatkan, sehingga semua informasi dapat diterima jika terjadi permasalahan pemaanfaat ruang.

“Seperti pedistrian yang itu ada hak pejalan kaki, disini peran Lurah jadi penting dengan informasi yang disampaikan. Sehingga kalau ada penyalahgunaan jangan pemanfaatan ruang maka jangan diberikan ijin,” katanya

Bahkan, untuk kios merah yang rame disepanjang jalan di Kota Ternate. Kata Rizal, dirinya sudah berkomunikasi dengan ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), dimana pihaknya berencana kedepan kios merah itu akan diubah menjadi kios rempah, sehingga tidak ada lagi dominasi warna merah

“Jadi dia akan berubah warna, dan saya berikan nama Kios Rempah Ternate, ini agar mereka ini juga merasa bagian dari warga kota,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Ternate ini juga mengungkapkan, dalam rangka menjaga fungsi ruang kota ini bisa teratur dan tidak mengganggu hak pengguna jalan, bahkan ini nantinya juga akan diperkuat regulasi, karena konsep itu juga telah mendapat restu dari pengurus KKSS.

“Saya juga minta agar para Lurah juga berperan dalam menjaga fungsi dan pemanfaatan ruang, namun itu juga butuh peran dari Dinas PUPR sebagai instansi teknis yang bertugas untuk itu,” tutupnya.*
Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait