“Hal sederhana yang bisa dilakukan seperti memilah sampah untuk didaur ulang, memilah sampah plastik yang sangat berbahaya, bila perlu kurangi sampah plastik untuk menjaga keseimbangan alam, itulah yang harus dijaga mulai dari diri kita sendiri, saya sangat berbangga karena ini dimulai dari sekolah, luar biasa, untuk Bumi berawal dari sekolah dan Berdampak pada Dunia,” Imbuhnya.
Wawali juga mengatakan, ketika kegiatan seperti ini dimulai dari sekolah, itu berarti anak-anak sekolah di Kota Tidore Kepulauan telah mempunyai mindset terhadap diri mereka sendiri bahwa alam itu sangat penting untuk dirawat, kalau mereka yang bergerak maka insyaAllah generasi di Kota Tidore akan tertular seluruhnya, sehingga daerah serta bumi yang asri itu dapat terjamin.
Sementara, Duta Generasi Hijau Maluku Utara Arga Maulana Syafa yang juga selaku Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan dalam laporannya menyampaikan, akhir-akhir ini, banyak sekali masalah-masalah lingkungan yang terjadi, mulai dari banjir, longsor dan berbagai permasalahan lainnya, penyebab utama dari masalah lingkungan ini sangat erat berkaitan dengan manusia.
“Saat ini kita tahu bahwasannya di Indonesia, di bumi kita banyak sekali masalah-masalah lingkungan yang terjadi, mulai dari banjir, tanah longsor dan berbagai permasalahan lainnya, dari masalah tersebut disimpulkan terjadi karena 2 faktor, yaitu pertama faktor yang mungkin tidak bisa dihindari dan karena ulah manusia atau orang-orang yang berada di sekitar kita,” Ucapnya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
