Biblel Coffee Hadir di Patani Utara, Sampah Plastik Jadi ‘Mata Uang’

Plt. Kadis pendidikan Muksin Ibrahim Camat Patani Utara menghadiri dialog yang di gagas Komunitas Biblel

HALTENG – Komunitas Biblel resmi meluncurkan Biblel Coffee, sebuah ruang publik berbasis edukasi lingkungan, sekaligus memperkenalkan Project Tausia Hijau, pada kegiatan yang digelar di Biblel Coffee, Jalan Raya Desa Tepeleo Batu Dua, tepat di depan Monumen Tugu Pala, Patani Utara.

Koordinator Komunitas Biblel, Fikra Majid, mengatakan, hadirnya Biblel Coffee dilatarbelakangi oleh keinginan komunitas untuk menciptakan ruang interaksi yang tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik dari hulu hingga hilir.

Menurut Fikra, melalui konsep yang dihadirkan di Biblel Coffee, komunitas ingin menggeser paradigma masyarakat dalam memandang sampah plastik. Sampah tidak lagi dilihat semata sebagai limbah, tetapi dapat memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik. “Di Biblel Coffee kami ingin menggeser cara pandang warga terhadap sampah. Sampah plastik bukan lagi sekadar limbah, tetapi bisa menjadi semacam mata uang yang dapat ditukarkan,” ujar Fikra.

Konsep tersebut diwujudkan melalui kebijakan unik di Biblel Coffee. Pengunjung yang tidak memiliki uang untuk membeli kopi tetap dapat menikmati sajian kopi dengan membawa sampah plastik minimal 2 kilogram, yang kemudian dapat ditukarkan dengan satu cangkir kopi gratis di minibar Barista Biblel Coffee.

Selain peluncuran Biblel Coffee, kegiatan tersebut juga menandai dimulainya Project Tausia Hijau, sebuah ruang diskusi berseri yang dirancang untuk menghadirkan para calon kepala desa guna membedah gagasan dan komitmen mereka terkait pengelolaan sampah di desa masing-masing.

Berita Terkait